Thursday, May 9, 2019

Ciri Utama Pebisnis Yang Berpotensi Sukses

Ciri utama pebisnis yang berpotensi sukses, lumayan banyak ditanyakan di google. Baru saja saya coba googling dengan kata kunci: Ciri utama pebisnis yang berpotensi sukses. Kemudian saya otak-atik kata pencarian menjadi: karakter pebisnis sukses, dan lainnya.

Alhasil saya menemukan banyak berita dan informasi akan hal ini. Silahkan anda mencoba buka google.com dan mencari hal identik yang baru saja saya telusuri.

Ya, begitulah aktifitas sederhana saya di saat saya masih punya waktu dan tenaga. Istri, keluarga dan teman dekat yang betul-betul kenal saya, pasti tahu bahwa saya kurang suka ngerumpi: berkumpul dengan orang kebanyakan untuk buang-buang waktu dan pamer ini itu yang tak jelas manfaatnya.

Alhamdulillah, di hari ketiga bulan Ramadhan 1440 H ini saya punya waktu dan sisa energi untuk update blog saya. Biasanya sehabis aktifitas rutin sehari-hari, saya pulang ke rumah dalam keadaan sangat capek, itu pun masih harus bersih-bersih perkakas usaha dan lain sebagainya. Sehingga blog-blog saya jarang tersentuh tangan saya.

Dari beberapa website dan referensi digital yang saya baca tersebut, saya menarik sebuah simpul. Bahwa ciri utama yang selalu ada pada semua pebisnis sukses adalah punya visi yg tepat.

Ya, visi. Sebuah pandangan jauh ke depan untuk meraih sukses. Dengan kalimat saya sendiri: bisnis itu sebuah metode, sebuah cara, sebuah rangkaian aktifitas, agar di hari depan kita sukses, bukan agar hari ini terlihat sukses.

Dengan kalimat saya yang lebih dangkal dan mudah dipahami, yakni: bisnis itu agar jadi kaya, bukan agar terlihat kaya.

Itu.

Jika seorang pengusaha, seorang pebisnis atau wirausahawan sudah punya visi, insyaAlloh dengan kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan secara istiqomah, maka visi itu akan menjelma menjadi kenyataan.

Saya melihat banyak kesalahan di sekitar kita, atau bahkan kesalahan pada diri kita. Harusnya bisnis itu agar kita jadi kaya, namun yang banyak dilakukan orang adalah dia berbisnis agar terlihat kaya.

Sering saya mengamati sisi kanan-kiri setiap jalan yang saya lalui. Banyak usaha-usaha baru muncul, tampil sangat megah, namun tak lama tiba-tiba hilang dan gulung tikar.

Teringat beberapa bulan lalu, di salah satu diskusi saya dengan istri, ketika saya melintas di ruko yang belum lama masih tutup dan ada papan: DIKONTRAKKAN. Kemudian tiba-tiba sudah berdiri sebuah rumah makan ayam goreng tepung dengan disain interior dan eksterior yang pasti menelan banyak modal. Saya bilang ke istri: bisnis yang kayak gini, nggak akan lama akan gulung tikar.

Dan memang benar, belum sampai satu tahun, usaha itu tutup. Bukan saya meramal. Bukan saya mendahului takdir. Tapi saya mengalami dan saya belajar baik dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. Bahwa orang niat mulai usaha, belum apa-apa udah banyak gaya, insyaAlloh akan terjadi besar pasak daripada tiang, alias besar pengeluaran buat bergaya di depan, daripada pendapatan usaha.

Saya membayangkan, berapa puluh juta yang hilang sia-sia. Atau bahkan berapa ratus juta modal hangus hanya karena usaha dibuka oleh tangan seorang berwatak karyawan. Bukan orang yang berjiwa entrepreneur.

Jadi ciri utama seorang pebisnis yang berpotensi sukses: dia punya visi ke depan untuk sukses, dan mengabaikan hasrat kakinian untuk lebih bergaya seperti seorang pengusaha di sinetron televisi. Karena banyak gaya itu mengeluarkan biaya.

Sekian share dari saya, salam sukses luar biasa, sejahtera bersama keluarga. Amin.

Tuesday, March 12, 2019

3 Bulan Tidak Menulis, Itu Sesuatu Banget Ya...

Lebih baik menulis jarang-jarang daripada tidak sama sekali. Itulah kalimat saya menghibur diri sendiri. Sebab sejak 3 bulan silam, saya tidak menulis sama sekali. Yaa, betul. Sama sekali saya tidak menulis. Baik di blog ini maupun di blog saya lainnya.

Anda bisa menyimak sendiri,

  1. Di blog ini, saya posting terakhir pada bulan september 2018 lalu. Lama banget gitu kan?!
  2. Di blog saya https://forex.adipati.id, saya posting terakhir bulan juli 2018
  3. Dan di situs wen saya lainnya yang tidak saya sematkan nama saya di dalamnya pun, saya tidak produktif dalam 3 bulan terakhir ini.
Eh, malah saya bikin beberapa blog baru. Nuruti nafsu, tapi kemampuan terbatas. Dua diantaranya www.adib.web.id dan www.adipati.id yang belum tersentuh sampai saat ini. Semoga segera saya bisa menyentuhnya. 

Mungkin anda juga pernah merasakan. Betapa waktu, tenaga fisik dan stamina otak kita adalah semuanya terbatas. Waktu sehari kita punya 24 jam. Tenaga fisik kita pastilah terbatas pula. Stamina otak kita pun bukan tak terbatas.

Namun sampai di titik ini pun saya masih senantiasa mengupayakan 2 hal: belajar bersyukur dan belajar ikhlas.

Mensyukuri segala yang ada. Mensyukuri yang saya punya dan mensyukuri segala keterbatasan yang melekat pada diri saya.

Keterbatasan waktu, tenaga dan ketahanan otak untuk terus berpikir itu juga termasuk sebuah karunia. Bayangkan bila waktu kita tak terbatas, tenaga kita tak terbatas, dan ketahanan otak kita tak terbatas, sangat mungkin itu justru malah menjerumuskan kita dalam kenistaan.

Ya. Menulis itu butuh energi dan stamina. 

Saya berharap bisa produktif menulis lagi. Syukur2 menulis yang bisa menjadi manfaat bagi banyak orang di banyak belahan dunia ini. Amin.