Wednesday, May 16, 2018

Ngeblog Nggak Harus Neko-neko


Alhamdulillah. Malam 1 Ramadhan, pukul 01:02 dini hari, saya masih bisa posting. Masih dikaruniai waktu dan kemampuan untuk mengutarakan yang ada dalam otak dan hati saya.

Sebenarnya ngeblog itu simple. Ya, blogging itu sederhana. Apa yang ada dalam pikiran kita, kita tuang dalam bentuk konten. Apa yang ada dalam hati kita, kita tuang menjadi postingan-postingan. Deretan nge-post dalam suatu sistem ini, sering disebut blogging alias ngeblog.

Ngeblog nggak perlu neko-neko sih.

Apakah ada regulasi yang melarang kita neko-neko? Tidak. Tidak ada.

Berarti boleh dong? Boleh saja sih. Namun menurut saya (dan untuk saya) itu tidak harus.

Sama halnya anda berpakaian biasa seperti anda sehari-hari. Kemudian anda pakai rompi dari karung. Apakah ada regulasi yang melarang anda pakai rompi dari karung bekas gula? Hahaha... Ya nggak ada yang ngelarang lah.

Ngeblog Nggak Harus Neko-neko. Itu menurut pandangan saya. Ya, ngeblog itu apa adanya saja. Apa adanya itu, yang kecil nggak usah dibikin gede, yang gede nggak perlu dikecil-kecilkan, yang tak ada tak harus diada-adakan, dan yang tiada nggak harus dipaksakan ada.

Lantas, apa sih blogging? 

Blogging itu bukan suatu yang hebat, sebenarnya. Blogging itu sama dengan sama dengan swimming, sama dengan jogging, atau sama dengan ngi**ing (baca: buang air besar). Mudah. Ibarat berenang, asal bisa mengapung dan bergerak, sudah bisa disebut berenang. Ibarat jogging, asal bisa berlari kecil, sudah bisa disebut jogging. Nggak ada istimewanya. Dan mudah. Seperti saya posting sebelumnya https://www.adib.club/2018/04/percayalah-bikin-blog-itu-sangat-mudah.html

Lantas yang istimewa apanya? Bagi saya, yang istimewa dari blogger adalah konten, bukan blogging-nya.

Terus, apa sih neko-neko?

Dalam kamus Bahasa Indonesia, neko neko/ne·ko ne·ko/ /néko néko/ Jw adv (berbuat yang) aneh-aneh (macam-macam dan sebagainya): selain dikenal karena kesederhanaannya, ia juga tidak pernah bersikap --

Artinya dalam tampilan dan wujud tampak indra, biasa saja apa adanya. Jadi blogging tak perlu berbuat yang aneh-aneh dan macam-macam yang tak penting. Itu menurut saya.

Bagaimana kalau ada yang ngeblog dengan neko-neko. Ya silahkan saja. Bebas saja. Mungkin bagi beberapa orang, neko-neko itu stylish. Tingkah-polah macam-macam itu keren. Ya monggo saja..

Kualitas Konten Lebih Penting

Nah, di sinilah sebuah blog disebut bagus atau tidak, berkualitas atau tidak, seksi atau tidak, eksotis atau tidak. Konten.

Dalam postingan saya sebelumnya, bahwa saya sekarang ini sedang belajar sukses blogging https://www.adib.club/2018/04/saya-sedang-belajar-cara-sukses-dengan.html dengan cara (salah satunya) belajar membuat konten berkualitas. Meskipun, sampai posting saya yang satu ini, saya belum bisa membuat konten berkualitas dunia.

Daripada neko-neko, lebih penting saya belajar membuat konten positif, bermanfaat dan berkualitas.

Akhirnya saya pun membaca-baca. Bagaimana sih konten situs yang berkualitas?

Saya temukan bahwa sebenarnya bagus tidaknya sebuah konten pun tergantung siapa yang menilainya. Bener juga sih. Tergantung siapa (dengan sepenuh pengalaman dan kapasitas) yang menilainya.

Bagi seorang ABG yang sedang dirundung rindu dan dimabuk asmara, tentu konten blog saya ini sangatlah kacau dan tidak penting.

Bagi seorang yang punya perhatian dan ketertarikan terhadap konten-konten islami, tentu situs judi online bukanlah suatu yang bagus bagi dia.

Bagi seorang yang suka olah raga, tentu konten terbaik adalah yang membahas dan mengupas habis soal olah raga.

Namun untuk saat ini, tolok ukur bagus tidaknya sebuah konten blog secara umum, (sepertinya) ada di tangan google. Bukan di tangan tetangga anda.

Okay, mari kita intip sejenak. Apa sih yang google mau nih?

Saya menemukan ini: https://support.google.com/webmasters/answer/40349?hl=id

Silahkan anda intip link tersebut jika anda juga penasaran, seperti saya.

Poin-poin yang saya catat dalam otak saya adalah 2 hal berikut ini:

  1. Jadikan situs Anda menarik dan bermanfaat
  2. Ketahui konten yang diinginkan pembaca (dan sajikan kepada mereka)
Keduanya sangat mudah dibaca, sangat mudah dimengerti. Namun ternyata, saudara... TAK MUDAH DITERAPKAN. Hehe...

Namun serumit apapun itu, saya yakin kita bisa. Meskipun itu pasti butuh proses. Proses berpikir, belajar dan menerapkan. Juga butuh waktu. Sebab untuk menulis sebuah konten bagus, tak bisa serta-merta sim salabim abracadabra... JADI..! Tidak. 

Selamat mencoba. Saya juga mencoba. 

Baiklah, sudah mendekati waktu sahur. Saya cukupkan sekian dulu dari saya di awal bulan Ramadhan 1439 H kali ini.

Salam sukses untuk anda. Sukses dunia akhirat. Amin






No comments:

Post a Comment