Wednesday, May 9, 2018

Ramadhan 1439 H, Hari-hari Yang Dinanti


InsyaAlloh tanggal 1 Ramadhan 1439 bertepatan tanggal 17 Mei 2018.

Bagi seluruh umat islam, pasti hari ini adalah istimewa. Hari-hari di bulan ramadhan. Sebab di bulan ini, ada keindahan di hati yang tak terdefinisikan dalam kata-kata biasa.

Keindahan yang saya maksud, mungkin rada mirip dengan perasaan saya waktu kecil dulu, menunggu aba (ayah) saya pulang.

Ayah saya seorang PNS Depag, masa orde baru. Di awal tahun 80an, ayah saya diangkat menjadi PNS. Seperti kita tahu bersama, PNS jaman dulu dan PNS jaman sekarang, tidaklah sama.

Pengangkatan PNS pada masa itu nggak langsung dinas enak di kantor dekat rumah dan keluarga. Namun ditugaskan dulu di tempat yang jauuuh. Waktu itu aba di tugaskan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Saya masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, sederajat SD.

Ayah saya kalau pulang ke Lamongan Jawa Timur, 1-2 bulan sekali. Rasanya kangen. Meski saya pada saat itu nggak tahu bahwa itu perasaan kangen. Yang saya tahu dan saya rasakan, saya suka membaca surat dari aba, yang dikirim untuk saya, tertulis nama saya. Seneng banget. Kadang saking senengnya sampai nangis saya membacanya. Apalagi kalau ada kabar tanggal sekian bulan depan, aba pulang. Itu kalender di rumah saya lingkari di tanggal itu. Semakin dekat dengan tanggal itu, saya suka melihat kalender, saya suka membaca lagi surat-surat dari aba (almarhum). Saya juga baca lagi majalah MPA (majalahnya PNS Depag waktu itu) yang selalu dibawa aba kalau pulang. Suka melihat foto aba.

Kangen menunggu kedatangan aba saya pulang kampung pada saat saya masih kecil itu, rasanya ada kemiripan dengan menunggu datangnya ramadhan. Meskipun tak sama. Tapi rasa-rasanya ada kemiripan pola dalam perasaan ini.

Ramadhan itu istimewa. Mungkin karena itu, kerinduan di hati ini pun kerasa istimewa juga. Tak sama dengan kerinduan-kerinduan di hati saya terhadap hal lain. Satu-satunya kerinduan itu mirip dengan kerinduan di hati saya kecil dulu, menunggu aba pulang kampung. Meski berbeda, namun yang menyerupai pola-kerinduannya ya hanya itu.

Saya punya kerinduan pada keluarga, kangen anak-istri kalau nggak ketemu dalam waktu lama, kangen sahabat-sahabat, namun semua itu kerinduan yang berbeda.

Beberapa posting saya sebelumnya, yang saya tulis di saat-saat mendekati bulan soal ramadhan 1439 H ini:

  1. Ramadhan Saat Tepat Memulai Bisnis
  2. Ramadhan Momen Terbaik Sukses Bisnis Kuliner
Sengaja saya tidak mengupas tentang agama (aqidah, syariah, muamalah, atau soal berbuka puasa). Sebab saya yang dhoif ini merasa kurang punya pisau-ilmu yang cukup untuk mengupasnya. Biarlah itu menjadi tugas Ustadz Abdul Somad dan ulama lainnya.

Mari saudara-saudara muslim, kita sama-sama bersiap menyambut Bulan Ramadhan 1439 H ini dengan lebih baik. Lebih baik dari persiapan kita tahun sebelumnya.

Sekian dulu curhat saya. Salam sukses untuk anda semua, sejahtera bersama keluarga.

No comments:

Post a Comment