Tuesday, April 24, 2018

Ramadhan, Momen Terbaik Sukses Bisnis Kuliner


Selamat datang bulan Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan. Dan ucapan lain yang identik, kerap kita dapati di manapun dalam bentuk apapun, saat menjelang bulan suci yang satu ini. Demikian pula dengan bulan Ramadhan tahun 2018 ini.

Padahal masih terhitung sebulan lagi memasuki bulan Ramadhan. Namun saya sudah lihat ada beberapa toko/swalayan yang memasang spanduk, tata disain rak disesuaikan. Produk-produk khas bulan puasa pun sudah tersedia stock dalam jumlah tidak sedikit. Sudah tersedianya kurma, busana muslim (sajadah, gamis, sarung, hijab, busana muslim anak, pernak-pernik lain) dan banyak produk khas bulan Ramadhan, di swalayan yang sebelumnya tidak menjual itu.

Membuat saya teringat, ketika saya masih terlibat pembangunan sebuah pabrik kecil di Parigi-Pangandaran sekitar tahun 2012an. Hampir tiap hari perjalanan Tasik-Banjar-Pangandaran, sesekali Bandung. Sebab beberapa pihak terkait dengan pembangunan namun berada di kota terpisah.

Selama di perjalanan, saya dan beberapa rekan kerap terjadi obrolan ringan sekedar mengalihkan kepenatan selama di mobil kerja. Salah satu yang saya ingat, saat-saat menjelang bulan puasa, kami bicara ringan dengan topik yang tak disengaja: Ramadhan adalah momen tepat untuk memulai bisnis kuliner.

Memang benar. Siapapun yang ingin punya usaha, "momen tepat untuk memulai" akan membantu percepatan kesuksesan. Sedang momen instimewa itu adanya di waktu menjelang Ramadhan dan sampai Ramadhan usai.

Memang kenyataannya demikian. Tak sengaja saya bertemu banyak orang, banyak cara pandang, dan berasal dari berbagai usia, level pendidikan, dan keahlian yang berbeda, dari tahun ke tahun. Kemudian sekarang, entah... ingatan itu muncul satu per satu sehingga menjadi suatu formula yang hampir identik dengan "pengamatan", saya tidak menyebutnya "riset" lho.

Beberapa orang yang buta ilmu bisnis dan pemasaran, tapi ahli dalam hal ilmu agama, ia akan bilang: itulah barokah bulan suci Ramadhan.

Beberapa yang ahli ilmu bisnis, branding, marketing... tapi buta ilmu agama, ia akan bilang: Ramadhan adalah di saat ummat islam menghargai nikmatnya berbuka puasa dan melonggarkan anggaran untuk belanja makanan. Ramadhan adalah disaat ummat islam enggan berbuat pelit pada sesamanya, bahkan cenderung lebih dermawan, untuk tidak menyebutnya lebih royal dan konsumtif.

Kedua pendapat tersebut benar.

Sebab di saat Ramadhan inilah, pola konsumtif-eksperimentatif muncul di hampir semua ummat islam Indonesia, untuk menikmati dan mensyukuri betul namanya berpuasa. Orang membeli makanan dan busana, cenderung dengan gembira mencoba brand-brand baru, mencoba makanan baru, mencoba minuman baru, mencoba beli di warung baru, rumah makan atau restoran baru, dan kedai-kedai makanan lainnya yang baru.

Kecendrungan ini, tanpa disadari kepala-kepala mereka merekam merk-merk baru, kios makanan baru, tempat berbuka yang nyaman, dan merekam inovasi-inovasi yang dilakukan oleh brand-brand lama, yang mereka kunjungi di bulan Ramadhan. Apalagi berkunjungnya bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Alih-alih mereka mengingat momen terindah, tanpa sadar akan mengingat usaha kuliner anda. Alih-alih mereka mengenang momen terindah, tanpa sadar roda mereka berputar dan parkir mendekat dengan usaha kuliner anda.

Rekaman dalam otak mereka akan tempat makan, merek makanan & minuman, resto-resto dan lesehan-lesehan ini akan tersimpan. Dan pengalaman yang dicoba secara eksperimentatif di bulan Ramadhan ini akan terbawa selamanya. Sehingga membuat orang merasa nyaman kembali belanja makanan & minuman di tempat baru tersebut.

Hal inilah yang membuat pengusaha kuliner (baik yang lama maupun pengusaha baru) mendulang untung berlipat dan mendapatkan pelanggan-pelanggan baru yang loyal & royal.

Nah. Apakah Anda Mau Mulai Bisnis?

Ada baiknya anda mempertimbangkan baik-baik momen bulan Ramadhan ini. Kapan waktu yang tepat?

Waktu yang paling tepat untuk memulai adalah 2-1 minggu sebelum memasuki bulan puasa. Kasih waktu masyarakat sekitar anda, segmen pasar anda untuk melihat dulu merk anda. Biarkan mereka mengenal dulu bahwa ada "merk-anda". Biarkan mereka tahu dulu di mana lokasi anda. Biarkan mereka tahu dulu berapa nomer yang bisa dihubungi untuk pemesanan / booking.

Waktu 2 - 1 minggu sebelum tanggal 1 Ramadhan sudah sangat cukup bila anda membidik pembeli di sekitaran anda. Beri mereka pemahaman bahwa 1 Ramadhan usaha anda siap memanjakan lidah mereka. Pastikan lebih dari 80% masyarakat target anda mengetahui itu. Anda bisa iklan di media cetak, radio, facebook, blog, panflet atau apapun.

Setelah mereka tahu merk anda, lokasi anda, apa kelebihan yang anda jual, dan segala hal menarik tentang usaha kuliner anda, dalam alam pikiran mereka tertanam:

  • nanti coba beli ah, buat berbuka puasa..
  • kayaknya buat sahur enak ya itu...
  • tempatnya enak kayaknya buat buka bersama...
  • dan lain sebagainya...
Intinya dalam pikiran mereka tertanam "dendam", bahwa mereka akan mencoba layanan kuliner anda.

Berbeda jika usaha kuliner anda sudah buka lama, sepi lagi... begitu Ramadhan segera datang, mereka akan biasa saja.

Nah, untuk anda pengusaha kuliner yang sudah lama. Anda bisa melakukan inovasi-inovasi usaha anda tepat menjelang datangnya bulan Ramadhan ini. Lakukan inovasi tempat, menu, layanan, merk... dan lain sebagainya. Dimana tujuannya menyita perhatian target market anda, sehingga mereka akan "dendam" untuk mencoba menu baru anda, tempat yang nyaman, dll untuk berbuka puasa, untuk buka bersama atau apapun aktivitas di bulan Ramadhan.


Sekian share dari saya. Selamat mencoba. Selamat berwirausaha. Salam sukses untuk anda. Sejahtera bersama keluarga.



No comments:

Post a Comment