Saturday, April 21, 2018

Kunci Sukses: Ubahlah Diri Anda

Kali ini saya share Kunci Sukses: Ubahlah Diri Anda. Namun saya ingin membukanya dengan cerita kenapa saya ingin berbagi Ubahlah Diri Anda ini. Kata "Anda" bukan hanya saya ingin mengajak anda ngobrol. Namun saya juga menyuruh diri saya sendiri. Berikut ceritanya:

Saya sebagai orang biasa, yang biasa-biasa saja dan penuh kebiasaan yang biasa. Salah satunya kalau waktu luang di rumah. Sedang anak-istri saya sudah tidur, saya buka leptop dan belajar. Salah satu situs yang paling saya suka adalah youtube. Banyak hal positif yang bisa saya dapatkan dengan menonton video. Kadang saya pengen nonton Cak Nun dan Kyai Kanjengnya, ya tinggal klik di kotak pencarian. Atau pengen menyimak ceramah Ust. Abdul Somad terbaru, baik yang di channel TamanSurga.net, UAS TV, Tafaqquh video, Humaira TV maupun di channel2 lainnya yang kerap memuat tausiah UAS terbaru. Saya suka beliau, karena beliau melihat segala hal dengan ilmu. Bukan dengan fanatisme dan segala yang bersifat dangkal-sempit.

Baru saja saya buka youtube, belum ketik kata kunci pencarian, langsung tampil sebuah iklan. Hampir selalu saya tonton dulu iklan, terutama jika iklan itu bagus. Berikut saya muat iklannya di bawah ini. Silahkan klik play untuk menontonnya. Atau anda klik link berikut untuk menontonnya di youtube, https://www.youtube.com/watch?v=JcEFTrjkvt8.


Saya biarkan iklan itu terputar dan saya menontonya. Sebab saya suka iklan kreatif yang berbobot. Bagi saya, kerap iklan di youtube itu inspiratif. Habis nonton iklan bermutu, yang mampu membuat orang tertarik dengan produk barang atau jasa yang ditawarkan, saya selalu terdorong untuk me-replay, saya amati kembali lebih detil.

Kali ini ada satu kalimat di akhir iklan itu, yang membuat saya terdorong untuk menulis catatan kecil di blog saya ini. Kalimat itu: Perubahan dimulai dari membuat perbedaan.

Ya. Bener banget. Kata saya. Bahwa perubahan dimulai dari membuat perbedaan. Kok "perbedaan" sih? Mungkin anda bertanya demikian.

Perbedaan di sini saya terima sebagai perbedaan: impian, visi, pola pikir, pemikiran, kesadaran, rencana, ucapan, langkah konkret, metode, evaluasi dan bersyukur.

Anda belum paham maksud saya? Hehe... silahkan anda bikin secangkir kopi dulu... dan buka toples cemilan anda. Taruh disamping anda.

Perbedaan memang harus ada. Demi perubahan hidup lebih baik, harus ada perbedaan antara kita kemarin dan kita hari ini.

Harus ada perbedaan antara impian kita dulu, dan impian kita hari ini.

Harus ada perbedaan pola pikir dan pemikiran antara kita yang dulu dan kita yang sekarang. Kita hari ini harus lebih sadar, ketimbang kita kemarin.

Segala hal yang ada pada diri kita, ucapan kita, sikap kita, metode kita dalam menjawab tantangan hidup, cara kita mengevaluasi kehidupan kita, dan cara kita bersyukur... DI HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN. Harus berbeda. Harus ada perbedaan. Itulah yang dimaksud perbedaan.

Perbedaan kali ini, bukanlah berarti perselisihan dengan orang lain. Bukan pula anda harus berkaos merah, di tengah banyak orang yang berbaju putih saat anda sholat jum'at. Bukan berarti anda harus memakai parfum yang lebih mahal dari rekan kerja anda. Bukan. Namun kita buat perbedaan diri kita ini-hari, dengan diri kita kemarin-hari.

Untuk mencapai kesuksesan, kita harus mengkoleksi LEBIH  banyak prestasi ketimbang kebodohan. Jika sebelumnya anda bisa menjual 1 buah dalam 1 bulan. Maka bulan depan anda menjual 2 buah dalam 1 bulan. Itu perubahan positif yang terlihat dari perbedaan prestasi.

Untuk LEBIH banyak berprestasi, kita harus berani belajar, berani gagal, berani bangkit dari kegagalan, dan berani belajar dari kegagalan berkali-kali bahkan jutaan kali.

Untuk berani belajar kita harus LEBIH memperbaiki kesadaran dan kerendahan hati menerima ilmu/pengalaman positif dari orang lain, buang jauh-jauh kesombongan dan hati yang merasa lebih pandai. Kosongkan gelas kita setiap bertemu orang, agar ilmu dan pengalaman orang lain bisa keterima di gelas hati kita.

Untuk berani bangkit dari kegagalan, kita harus punya impian yang LEBIH kuat, visi yang tergenggam LEBIH erat dan motivasi LEBIH positif yang terus membara.

Hari ini LEBIH dari hari kemarin.

Semuanya diawali dari perbedaan impian. Perbedaan lebih baik, antara impian anda yang dulu dengan impian anda kemarin.

Dari situlah saya ingin mencatat ini untuk diri saya sendiri, syukur2 bermanfaat untuk anda yang menginginkan hidup lebih baik. Lebih sukses. Lebih bisa berbagi pada sesama. Lebih bisa sholeh/hah. Lebih bisa bersyukur. Berikut cacatan saya:

Perbaiki Impian

Impian saya dulu pengen punya rumah atas nama saya sendiri di perumahan. Dulu kerasa wah, saat saya masih ngontrak di Perumahan IKIP Malang Tegalgondo Malang kurang lebih di tahun 2003-2006an. Namun setelah impian itu tercapai sekarang. Kok biasa-biasa saja ya. Kayak nggak ada bagus-bagusnya. Kok kerasa kayak nggak ada istimewanya.

Saya merasa salah menentukan impian saya. Nah, saat ini saya mencoba memperbaiki impian, yang lebih pada tujuan hakiki manusia hidup di dunia ini.

Materi atau uang, memang harus kita dapatkan dalam jumlah lebih banyak lagi. Tapi bukan itu impiannya. Bukan uang tujuannya. Bukan benda / materi yang menjadi dream. Melainkan pemanfaatan uang atau materi atau pencapaian-pencapaian duniawi lainnya, untuk tujuan hidup yang lebih mulya, tujuan yang lebih hakiki, tujuan yang lebih pada ukhrowi.

Perbaiki Motivasi

Kita harus memperbaiki motivasi jadi lebih positif lagi, motivasi yang lebih dalam, yang lebih baik lagi dibanding motivasi kita sebelumnya.

Perbaiki Perencanaan

Saya sampai sekarang membenarkan: gagal merencanakan sama dengan merencanakan gagal. Perencanaan itu penting. Kita harus bisa belajar lebih baik dalam hal merencanakan.

Perbaiki Aksi & Tindakan Nyata

Mungkin kita sering berdoa pada Alloh: Ya Alloh, karuniakan pada kami rejeki yang melimpah. Namun aksi atau tindakan nyata kita dalam berusaha dan bekerja, hari ini sama dengan kemarin. Kemarin sama dengan dulu. Dulu sama dengan dulunya lagi... Mana mungkin ada hasil yang melimpah.

Kita bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Gaji kita tidak cukup. Tapi kita nggak mau nambah usaha sampingan. Nggak mau bekerja lebih baik. Nggak mau berpikir cerdas dalam mendapatkan hasil yang lebih banyak. Kan lucu dengernya.

Mari kita... saya dan anda yang berani mengubah diri menjadi lebih baik. Mari perbaiki aksi dan tindakan nyata,

Perbaiki Evaluasi

Bukan hanya aksi. Namun evaluasi berkala untuk diri kita sendiri juga harus diperbaiki. Karena aksi kita kemarin dan aksi kita hari ini, tak bisa terlihat perbedaannya tanpa adanya evaluasi.

Dengan evaluasi, kita bisa menakar seberapa hebat kita merencanakan dan melakukannya. Seberapa nilai kebaikan yang telah kita lakukan untuk menggapai impian.

Perbaiki Cara Bersyukur Menerima Hasil

Bersyukur itu kunci kebahagiaan. Saya masih yakin, tidak ada di dunia ini seorang yang bahagia tanpa dia bersyukur. Orang bahagia, pastilah orang yang bersyukur.

Maaf. Arti bahagia menurut saya tidak sama dengan senang. Orang bisa makan enak, itu senang.  Orang melihat anaknya bisa makan, itu bahagia. Orang mencapai prestasi di dunia kerja, itu senang. Orang melihat anaknya sholeh dan berprestasi di dunianya, itu bahagia.

Orang dapat komisi dari perusahaannya atas prestasi kerjanya, sebesar 10 kali gaji itu senang. Tapi menerima komisinya dengan rasa berterima kasih pada Alloh atas semua pencapaiannya, berbagi kesenangan pada istri dan anak, berbagi harta dengan yang lemah (dhuafa), itu bahagia.

Simple aja bedanya.

Nah, cara bersyukur setiap menerima hasil, inilah yang harus berbeda, ya... berbeda antara cara syukur kita kemarin dan cara syukur kita hari ini. Perbedaan untuk perubahan lebih baik.

Sekian share dari saya. Untuk mendapat hasil LUAR BIASA kita harus berani mengubah diri kita dari BIASA menjadi pribadi yang LUAR BIASA.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.




No comments:

Post a Comment