Wednesday, April 18, 2018

Kunci Sukses: Mengenal Tipologi Mitra Usaha

Semua dari kita menginginkan SUKSES terjadi dalam diri kita dan hidup kita. Terlepas dari berbagai macam perbedaan makna sukses itu sendiri. Pastinya anda ingin SUKSES. Apapun makna sukses bagi anda. Apapun metode dan cara anda menggapainya, pasti ingin sukses.

Anda lulus sekolah atau lepas wisuda, anda membeli koran dan browsing LOWONGAN KERJA, dengan sebuah harapan yakni ingin SUKSES.

Anda sudah bekerja, ternyata anda mendapati sebagai karyawan itu waktu habis tapi penghasilan pas-pasan, kemudian anda sengaja baca koran dan browsing di internet mencari PELUANG USAHA SAMPINGAN, dengan sepenuh keinginan yang sama, yakni ingin SUKSES.

Mereka ada yang sudah bekerja, mencoba mencari penghasilan tambahan tapi gagal, rela menjilat atasan, rela menyingkirkan rekan sejawat, rela menginjak bawahan... semua itu dilakukan karena mereka ingin naik jabatan yang ujung2nya adalah naik penghasilan. Itu semua untuk mengejar keinginan untuk SUKSES.

Dan masih banyak lagi...

Kita yang sekarang menekuni bisnis online pun, kita mengalokasikan waktu setiap hari untuk online, demi mewujudkan SUKSES terjadi pada diri kita.

Namun kenyataannya masalah kerap datang bertubi-tubi mewarnai perjalanan bisnis online kita. Masalah akan selalu ada. Tinggal bagaimana kita memahami dan menyelesaikan masalah. Tak mungkin kita bisa menyelesaikan masalah, tanpa kita memahami masalah.

Pemahaman itu perlu. Bukan hanya memahami potensi bisnis, tapi juga memahami masalah bisnis. Bukan hanya memahami untung atau profit, namun juga harus memahami resiko.

Salah satu masalahh yang kerap ada ialah persoalan kemitraan atau partnership.

Secara teoritis, business partnership atau kemitraan bisnis adalah hubungan secara hukum yang dilakukan dengan sepenuh kesadaran antara dua orang atau lebih dalam rangka menjalankan sebuah kegiatan usaha sebagai pemilik.

Secara teoritis pula, kemitraan bisnis berdasar wilayah dan kewenangan terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain: kemitraan umum, kemitraan ekuitas, kemitraan terbatas, dan kemitraan pertanggungan terbatas.

Namun kali ini saya tidak membahas kemitraan dalam koridor teoritis. Sebab saya ingin membahas kemitraan dalam frame bisnis online. Sebuah jejaring bisnis yang dilakukan secara online.

Dalam bisnis online, seperti bisnis-bisnis online yang saya tekuni, anda bisa klik menu PELUANG USAHA di atas. Tentu tidak bisa diberlakukan secara mentah definisi teori kemitraan tersebut. Banyak hal khusus yang khas dalam hubungan bisnis online.

Anda tak kenal saya secara offline. Bisa jadi kita tak pernah bertatap muka. Kita terhubung di belahan geografis yang berbeda. Karakter, budaya, intelektualitas, keyakinan, pemahaman etika, dan atmosphere psikologis yang berbeda. Itu membuat pola hubungan kemitraan dalam bisnis online pun menjadi khas. Tak sama dengan kemitraan bisnis dagang sembako di kampung, atau kemitraan joinan buka usaha konter pulsa di pinggir jalan.

Lantas bagaimana kita bisa mengenal mitra bisnis kita, kalau tidak bertemu dan tidak saling mengenal sebelumnya? Salah satu caranya ialah komunikasi intensif.

Dengan komunikasi intensif, kita bisa memahami tipologi mitra bisnis kita. Setelah kita memahami dan mengenal, tentu dengan harapan kita bisa bersikap, berkata dan bersama menjalankan bisnis dengan bijak, etik dan tepat. Ya, kata-kata dan sikap tepat sesuai kapasitas tiap-tiap mitra bisnis online mampu mempercepat keberhasilan bisnis online kita.

Sebaliknya, komunikasi yang tidak intensif, kata-kata yang tidak tepat, sikap yang kurang bisa membuat nyaman mitra bisnis... ini bisa membahayakan bisnis. Sikap salah bisa jadi tidak mempercepat keberhasilan, malah yang ada menghancurkan di tengah jalan. Sukses enggak, hancur yang ada.

Ada beberapa hal berikut, yang menurut saya adalah penting diperhatikan untuk mengenal tipologi mitra usaha kita:

Visi, Misi & Tujuan

Setelah kita mengajak rekan baru, tentu yang pertama yang harus kita lakukan adalah mengkomunikasikan visi, misi dan tujuan kita dalam berbisnis. Hal ini penting agar calon mitra atau mitra baru kita bisa mengadobsi visi, misi dan tujuan kita untuk dirinya. 

Sehingga kesamaan visi, misi dan tujuan ini diharapkan bisa terjadi.

Semua orang yang tertarik menjadi mitra bisnis online kita, bisa dipastikan mempunyai tujuan MENDAPAT PENGHASILAN. 

Uang adalah tujuan orang pada umumnya bergabung di bisnis online. Entah selanjutnya penghasilan dari bisnis online ini diperuntukkan buat apa, itu akan menjadi berbeda di setiap kepala mitra-mitra kita.

Ada yang ingin membiayai pendidikan putra-putri, ada yang ingin berangkat haji / umroh tiap tahun bersama keluarga, ada yang ingin membeli mobil mewah, ada yang dengan uang dari bisnis online dia ingin berfoya-foya... dan banyak lagi cara mitra kita punya impian setelah penghasilan didapat.

Kita harus memahami ini agar bisnis online kita terbangun baik, dan agar kita bisa menghindarkan diri dari kehancuran bisnis online kita.

Kita harus membangun visi, misi dan tujuan bersama tim dengan komunikasi intensif dan etis.

Motivasi

Sebagai pebisnis online, tentu kita sudah saling memahami penting adanya motivasi. Diri kita harus punya motivasi positif. Mitra kita juga harus punya motivasi yang sama. Motivasi kita besar, motivasi mitra juga idealnya harus sama besar. Namun bila ternyata kita dan mitra tidak punya motivasi yang sama, tidak punya semangat positif dalam takaran yang sama, tentu ini adalah hal penting yang harus disamakan terlebih dahulu.

Bagi pebisnis online yang bermitra dengan orang-orang yang berada di belahan dunia yang berbeda, dan tidak pernah mengenal sebelumnya, tentu harus ada komunikasi intensif untuk saling bisa memahami kadar motivasi mitra, harus ada komunikasi intensif untuk saling menjaga semangat dan motivasi positif.

Karena motivasi ini penting, maka kita harus saling membesarkan motivasi sesama mitra bisnis online.

Sebaiknya berhati-hati juga dalam memotivasi. Sebab salah memotivasi, malah bisa terjadi demotivasi (melemahnya atau hilangnya motivasi yang sebelumnya sudah ada).

Lakukan dengan komunikasi intensif yang etis.

Pengetahuan

Menjadi upline, tentu bukan serta-merta menjadi paling tahu atas segalanya. Menjadi downline, bukan berarti tidak tahu apa-apa dan paling bodoh.

Hari gini ya... Internet sudah ada di kamar dan di saku semua orang. Pengetahuan dan berita dengan cepat bisa diakses hampir semua pengguna internet. Bukan hal mustahil bila calon mitra bisnis kita lebih tahu tentang seluk-beluk company profil bisnis online kita daripada kita sendiri yang sudah menjadi member duluan.

Bisa jadi calon member kita juga sudah tahu product knowledge sebelum menjadi mitra kita, hanya dengan membaca di website resmi perusahaan. Tinggal kita menambahi beberapa pengetahuan atau bukti testimoni product yang belum diketahuinya.

Berdasar pengetahuannya, manusia itu dibagi menjadi 4 macam:

1. Orang tahu, dan ia tahu bahwa dirinya tahu.
2. Orang tahu, tetapi ia tidak tahu bahwa dirinya tahu.
3. Orang tidak tahu, tetapi ia tahu bahwa dirinya tidak tahu.
4. Orang tidak tahu, dan ia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

Nah, bila mitra kita ada orang jenis pertama, tentu tidak bijak bila kita bicara memberi tahu dengan gaya seperti guru TK pada siswa/siswinya.

Demikian juga bila mitra kita adalah type yang ketiga, tentu tidak bijak bila kita membiarkan saja ia tidak tahu soal bisnis dan product knowledge, dan kita menganggapnya dia sudah tahu.

Budaya

Budaya yang melingkupi mitra bisnis kita yang ada di Aceh, Jakarta dan Papua pastilah tidak sama. Tentu ini juga harus menjadi hal yang harus kita tahu. Kita harus saling mengenal akan hal ini dengan komunikasi intensif dan etis.

Budaya kerja pun berbeda antara fresh graduate yang belum pernah bekerja sebagai karyawan dan yang sudah 15 tahun bekerja di perusahaan asing dengan standar dan pola disiplin ketat.

Hal ini pun penting untuk diperhatikan agar kita lebih bisa mengenal mitra bisnis kita, agar keberhasilan itu bisa dengan cepat diupayakan terwujudnya.

... And More

Dan masih banyak lagi hal-hal yang menjadi catatan buat kita saling mengenal dengan mitra bisnis kita. Memang bukanlah hal mudah jika mitra bisnis kita banyak, dari berbagai belahan geografis yang berbeda, dari berbagai level ekonomi, dari berbagai macam pendidikan, usia, dan segala hal yang membedakan kita semua.

Namun bila kita tekun melakukannya. yakin yang sulit pun akan menjadi mudah.

Saya mengamati banyak pebisnis online yang tak sadar tentang konsep atau teori, namun herannya mereka bisa melakukan lebih baik dari teori buku. Itulah hebatnya melakukan sambil mempelajari. Belajar sambil melakukan. Melakukan aktifitas bisnis online, bermitra, dan belajar dari setiap penggalan peristiwa yang terjadi antara mereka dan para mitra bisnisnya.

Nah, semoga coretan sederhana saya kali ini bisa bermanfaat untuk anda. Dan tentu yang utama adalah untuk mengajarkan pada diri saya sendiri bahwa salah satu kunci sukses adalah: mengenal tipologi mitra usaha, untuk hubungan bisnis yang lebih baik dan lebih produktif dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.





No comments:

Post a Comment