Tuesday, February 6, 2018

Ingin Sukses, Ikutilah Jalan Orang Yang Sudah Sukses


Kali ini saya ingin share lagi, di keheningan malam. Sebab hanya di waktu malam saya bisa menulis dengan lebih fokus. Sehingga satu kali tulisan, cukup sekali duduk. Masih tentang obsesi saya yang belum kesampaian, yakni: sukses.

Kata sukses masih sangat general ya... Baik lingkup sukses, parameter sukses, maupun makna kata "sukses" itu masihlah bebas pemahamannya. Namun kali ini saya membatasi ruang-makna di posting saya ini dengan beberapa poin, supaya kita bisa menyamakan arti, hanya dalam rangka untuk membaca posting saya kali ini saja. Batasan saya berikut ini:
  1. Sukses bukan soal jumlah nominal angka uang. Uang hanya salah satu bentuk pencapaian. Proses untuk mendapatkan uang itu ada pada kepribadian. Uang bisa didapat oleh pribadi positif maupun pribadi negatif. Uang bisa diperoleh dengan cara positif maupun negatif. 
  2. Sukses bukan soal prestis-sesaat yang pasti akan lekang oleh waktu, misal mobil merek dan tahun tertentu, rumah dengan disain arsitektural tertentu, atau benda-benda yang masa berlaku prestisius-nya hanya dalam kurun waktu yang terbatas lainnya.
  3. Sukses lebih pada pencapaian kualitas pribadi seseorang.
Sejenak saya ingin bercerita pengalaman nyata saya:

Dalam rentang waktu kurang dari 20 tahun silam, saya sempat kenal dengan beberapa orang. Dintaranya ada: direktur, manajer, kepala cabang sebuah bisnis raksasa taraf nasional maupun internasional, pemilik bisnis lokal, para pebisnis kreatif lokal. Biasa disebut: ORANG SUKSES. 

Dan dari beberapa orang tersebut, sebut saja sampel pengamatan, saya kenal hanya di area: Surabaya, Malang, Yogyakarta, Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta. Tidak di luar wilayah itu. 

Dari segi pendidikan, ada yang SMP saja tidak lulus sampai ada yang bergelar S2 lokal dan luar negeri.

Dan berdasar suku/ras, beberapa orang tersebut berasal dari suku/ras: Arab keturunan, China keturunan, Jawa, Betawi, & Sunda. Saya tidak mengenal selain itu. 

Dari sisi agama, beliau-beliau: ada yang islam, ada yang kristen, dan ada yang katolik. 

Ada yang saya kenal dekat, sampai selintas kayak temen deket aja. Ada yang kenal jauh, karena saya hanyalah pegawai di perusahaan dimana tokoh sukses ini berada.

Namun bersama beliau-beliau, saya melihat, mendengar, dan merekam pribadi-pribadi ini dalam hidup keseharian, dari sisi pemikiran, dalam hal berteman, dalam hal berkeluarga dan dalam hal proses pencapaian-pencapaian prestasi. Sikap, kebiasaan, filosofi, cara pandang dan pemikiran.

Dengan total aset pribadi (termasuk aset usaha, property dan kendaraan pribadi) yang beragam, mulai yang kecil kurang lebih 100 jutaan sampai diatas 200 milyar.

Dengan batasan-batasan kualitas pribadi, kearifan budaya yang beliau-beliau pegang, agama yang beliau-beliau peluk, keyakinan-keyakinan yang mewarnai karakter, dan wawasan akademik beliau-beliau TERSEBUT saya belajar. Dan menemukan beberapa kesamaan:
  1. Yakin Pada Tuhan. 
  2. Optimis dan percaya diri.
  3. Pantang menyerah. Ulet dan tekun. Konsisten.
  4. Suka membaca. Baca buku, koran, dan media tulis lain.
  5. Tidak suka nonton TV selain berita. Bahkan ada yang anti TV.
  6. Sederhana dan terkesan biasa. 
  7. Open mind, terbuka terhadap segala jenis kebaikan, ilmu dan perkembangan dan inovasi apapun, dan dari siapapun.
  8. Pemakai internet.
Saya tidak membahas PERBEDAANYA. Karena pasti banyak sekali perbedaan.

Yakin Pada Tuhan

Singkat kata, orang-orang ini semuanya taat beribadah dan benar-benar menyembah Tuhannya, menghamba pada Tuhannya. Saya tidak menemukan diantara beliau-beliau ini yang menghamba pada selain Tuhannya. 

Yang muslim, bukan hanya menjalankan yang wajib. Namun bangun malam untuk sholat di sepertiga malam. Bukan hanya membayar zakat dengan benar, tapi ada yang menyantuni lebih dari 10 anak yatim. Dan ada satu "bos" yang suka menasehati saya supaya jangan pernah lupa berdoa. Tambahkan doa minta sukses bekerja di setiap doa kita.

Semua meyakini bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan terjadi. Semua meyakini bahwa kesuksesannya ada peran serta Tuhan. Ada yang suka menyebut: pencapaian saya ini bukan karena keahlian saya, tapi karena adanya intervensi Tuhan.

Optimis Dan Percaya Diri

Semua orang sukses yang pernah saya kenal, dan saya amati SEMUANYA selalu optimis dan percaya diri. Tidak ada yang pesimis. Tidak ada yang minder.

Pantang Menyerah

Semuanya tidak ada satupun yang mudah menyerah. Jika terpaksa dalam kondisi darurat ia harus diam, saat diamnya itu dia tidak menyerah. Ia diam untuk mengendapkan hati. Ia diam untuk menyusun rencana dan visi, selanjutnya AKSI lagi dengan target pencapaian lebih baik daripada sebelumnya.

Suka Baca

Saya belum pernah mengenal orang hebat yang mengharamkan dirinya membaca. Membaca apa saja. Membaca buku-buku yang terkait langsung atau tidak langsung dengan bisnis atau profesi yang belia tekuni... MAUPUN buku-buku yang tidak ada hubungan sama sekali dengan bisnis atau profesinya.

Misal, seorang manajer pemasaran salah satu kartu kredit dari bank asing, tapi masih mau membaca novel-novel karya Habiburrahman El Shirazy. Seorang pricipal sebuah real estate brokerage asing, suka membaca karya-karya Sitor Situmorang, KAN NGGAK NYAMBUNG dengan profesinya. Tapi masih dibaca. Kebayang kan, apalagi buku-buku yang berkait langsung dengan bisnisnya. Pasti pasti pasti dibaca.

Saya mengamati, semuanya suka baca.

Anti Televisi

Rata-rata dari orang sukses yang saya kenal tersebut, tidak suka nonton berlama-lama di depan televisi.

Dan ada yang jelas-jelas anti televisi. Dia punya aset properti dan kendaraan mewah yang cukup bisa disebut orang kaya. Biaya pendidikan anaknya pasti besar, karena di jurusan dan universitas mahal. Anak yatim yang diasuh di rumahnya saja difasilitasi komputer. Tapi tidak punya televisi. Di tempat usahanya ada 1 buah televisi, hanya di ruang tunggu customernya. Dia bilang, itu adalah televisi kedua yang pernah dia beli. Televisi pertama yang dia beli, saat salah satu marketing yang memenuhi target pemasaran, pada suatu waktu ditanya mau hadiah apa. Marketing tersebut minta televisi.

Sederhana Dan Terkesan Biasa

Tampil sewajarnya. Sederhana di kelasnya. Tidak bermegah-megahan yang berlebihan. Dan terkesan biasa. Itu juga saya temukan pada semua orang sukses yang pernah saya kenal langsung.

Suatu ketika di salah satu kantor di mana saya pernah kerja paling lama. Jam istirahat, saya nerima sms (waktu itu belum ada WhatsApp, BBM juga saya belum punya) dari pak bos saya waktu itu: mas, temani saya makan.

Seneng banget kan, pegawai rendahan kayak saya disuruh nemenin makan. Masuklah saya di mobilnya dan meluncur ke sebuah rumah makan yang lumayan mewah di daerah itu. Pramusaji menyodorkan menu. Simple-nya kan saya bilang ke pramusaji "saya sama dengan bapak". Anda tahu apa yang dipesan pak bos saya? Beliau pesan nasi putih, cah kangkung, ceplok telor, kopi hitam dan air mineral.

Pelit atau sederhana?

Itulah sederhana. Karena saya tahu belau rela keluar uang lebih dari 1 milyar untuk membangun rumah dan menyiapkan usaha produksi rumahan, demi menyantuni anak yatim dan dhuafa. Saat parkir mobil, normalnya waktu itu masih Rp. 2000, beliau bisa keluar uang sesukanya, ada 20.000 ya diberikan, adanya 50.000 ya dikasih, tanpa minta kembalian.

Namun konsumsinya, sehat sederhana. Mobilnya pun tidak lebih dari 1 milyar. Untuk ukuran omset bisnis puluhan milyar. Itu sederhana. Bajunya pun rapi sederhana tak selalu bermerek mahal.

Open Mind & Pemakai Internet Secara Bijak

Semua orang sukses yang saya kenal, selalu berpikiran terbuka, mengikuti perkembangan teknologi, terbuka terhadap semua kebaikan dan perbaikan, tidak menutup pikiran karena merasa sudah paling pinter dan paling hebat. Enggak.

Internet pun dipakai dalam sehari-hari. Kebanyakan orang sukses memandang hal baru sebagai sebuah perubahan, salah satunya internet, pada saat itu masih tergolong hal baru dan belum tersebar dan canggih seperti saat ini. Dan kita harus siap belajar, belajar, dan belajar terus agar perkembangan baru itu menjadi faktor pendukung bisnis dan pengembangan pribadi kita.

Ikutilah Jalan Orang Yang Sudah Sukses

Setelah saya mengamati, mempelajari, dan menganalisa langsung banyak hal terkait ORANG SUKSES. Saya mencoba untuk belajar, meniru, dan terus mencari pribadi-pribadi sukses untuk saya belajar padanya. Baik belajar secara langsung, maupun secara tak langsung.

Bagi anda, pastilah berbeda bagi saya. Sukses bagi anda, pastilah berbeda pemaknaan sukses bagi saya. Cara anda menggapai kesuksesan juga pasti berbeda dengan cara saya.

Bukankah perbedaan itu rahmat?

Boleh jadi anda punya figur-figur yang menurut anda dia orang sukses, maka ikutilah jalannya agar anda juga bisa sukses.

Dalam bisnis online, seperti yang saya share di MENU PELUANG USAHA juga sama. Anda punya seorang teman yang mengajak anda bisnis online, dan dia sudah sukses dalam pandangan mata anda. Atau setidaknya teman anda tersebut gigih memperjuangkan kesuksesannya. Cara sukses pun jelas, tinggal mengikuti jalan teman anda dalam berbisnis online tersebut.

Apapun yang dia lakukan dalam menjalankan bisnis ini, anda juga lakukan. Apapun manajemen waktu dan promosi dia, coba anda tiru. InsyaAlloh sukses anda nggak jauh beda dengan kesuksesan teman anda tersebut. Jika teman anda berhasil mendapat penghasilan dari bisnis online tersebut sebesar 700.000/hari, insyaAlloh anda juga nggak jauh beda. Ya kurang lebih 700.000/hari pendapatan anda.

Sekian share dari saya, salam sukses untuk kita semua.




No comments:

Post a Comment