Tuesday, September 4, 2018

Bisnis Online Saja Tidak Cukup, Kenapa?


Alhamdulillah, saya punya keinginan menjenguk dan update blog saya ini kembali, setelah 23 hari di Yogyakarta. Tentang Yogyakarta yang benar-benar istimewa ini, insyaAlloh saya posting di kali lain. Kali ini saya ingin bilang: Bisnis Online Saja Tidak Cukup, Kenapa?

Mungkin anda yang sudah merasakan pendapatan di dunia maya ini akan menantang judul saya tersebut dengan melontarkan pertanyaan retoris pada saya sebagai berikut:
  • Bukankah banyak sekali pebisnis di internet yang mencapai kemapanan? 
  • Bukankah internet sudah menjadi ladang bisnis yang berhasil mengantarkan ratusan orang Indonesia mendapat penghasilan melebihi gaji seorang mentri? 
  • Bukankah internet sudah menghasilkan puluhan juta rupiah bagi ribuan orang Indonesia? 
  • Bukankah internet telah memberi income jutaan rupiah bagi jutaan orang Indonesia?
Benar. Anda benar. Memang banyak sudah yang bisa hidup dan menghidupi dengan sangat layak, dengan bisnis di dunia maya ini. Mungkin termasuk anda.

Apapun bisnis online yang anda geluti dan anda mendapat penghasilan yang dua kali lipat bahkan puluhan kali lipat dari standar upah karyawan di sekitar anda. Apakah bisnis MLM online, bisnis online penjualan produk non MLM, bisnis periklanan online, bisnis jasa online, trading forex, atau bisnis online lainnya.

Namun bisnis online saja TIDAK CUKUP.

Anda penasaran letak TIDAK CUKUP-nya itu di mana?

Okay. Sekilas saya ungkap fakta masyarakat kita saat ini:
  • Jumlah masyarakat yang tidak paham internet lebih banyak dibanding yang paham internet,
  • Jumlah masyarakat jenis pengguna internet untuk berbisnis lebih sedikit dibanding jenis pengguna internet sebagai hiburan, facebook-an aja colak-colek janda, atau sekedar chat whatsapp haha-hihi sama orang tak dikenal, dan lain sebagainya.
Dampaknya apa?

Jelas, fakta tersebut berdampak pada anda yang hanya berbisnis di internet saja, atau anda yang hanya mendapat penghasilan dari internet saja.

Beberapa masalah yang saya amati dan yang saya alami sendiri, sebagai berikut:

Dalam satu komunitas maya yang fokus trading forex, sekurang2nya ada 2 orang yang pasti mengalami perlakuan kurang baik di masyarakat. Bahkan ada yang digosipkan piara tuyul, dan penipuan online.

Seorang trader forex. Suami istri nggak kerja, nggak terlihat punya usaha, nggak punya toko, nggak dagang, nggak tani, dan nggak terlihat ada aktifitas keluar rumah yang bersifat bisnis atau kerja. Tapi mobilnya terbaru. Motor istrinya mahal. Terlihat santai dan tidak kekurangan. Sering jalan-jalan. Belanjanya ke mall. Baju anak-anaknya bagus-bagus. Anak-anaknya sekolah di PAUD dan SD yang mahal. 

Nggak salah juga jika masyarakat menggosipkan piara tuyul. Sebab dalam masyarakat awam, hal pengetahuannya dan IQ-nya jelas nggak njangkau juga kalau dibilang: penghasilan utama kami dari bisnis online dan trading forex. Jadi dikasih tahu juga susah dipahamkan.

Seorang lagi pebisnis MLM online, seorang laki-laki 43 tahunan beranak 2, dulu-dulunya dalam sehari-hari dia adalah buruh kasar, istrinya hanya buruh cuci-setrika tetangga, yang bekerja dan dapat upah kalau dipanggil saja. Sekarang sang suami sudah jadi leader MLM online. Dia fokus bisnis MLM online. Kalau dirumah pegang andoid aja. Awalnya pakai HP anaknya, lama-lama dia beli HP Android sendiri. Menjalankan bisnis dari facebook. Bisa facebookan juga diajari anaknya yang sudah kelas 2 SMA. Tapi bisnis onlinenya mengantarkan dia ke panggung sukses dan berhenti kerja kasar. Sudah bisa merenovasi rumah dan membeli mobil second tahun 97. Perubahan itu dimulai dia mendaftar MLM online minuman kesehatan sejak 8 bulan lalu saja. Kurang lebih hanya 8 bulan lalu. Sampai posting ini saya tulis.

Sebelum bisnis MLM online, dia terkenal buruh kasar. Siapapun tak menyangka dia paham internet. Dan memang awalnya dia tidak paham internet. Namun dia positif dengan internet. Sekolah aja cuma sampai SMP.  Bikin akun facebook dibikinkan anaknya. Posting status bisnis MLM online, copy-paste status upline-nya, lama-lama dia bisa bikin sendiri posting status iklan. Dia nggak ikut-ikut kirim produk, jadi tak terlihat ada aktifitas bisnis, karena produk dibeli via transfer dan dikirim dari kantor pusat langsung ke alamat pembeli atau downline-nya.

Tetangga-tetangga sekitarnya pun mulai menebar gosip yang miring-miring. 

Saya yakin, jika anda mencermati di sekeliling anda, saat ini masihlah banyak kalangan masyarakat yang tidak paham internet, negatif terhadap internet, tidak tahu bahwa di internet orang bisa berbisnis dan kaya dari internet.. Namun negatifnya dikedepanin. Saya juga tak menyalahkan masyarakat yang demikian, sebab itu bukan kesalahan, hanya sebuah kebodohan saja.

Sampai di sini, saya yakin anda menerima maksud posting saya: Bisnis Online Saja Tidak Cukup, anda butuh aktifitas nyata yang membuat masyarakat tidak menuding anda piara tuyul. Aktifitas nyata itu mungkin anda harus membuka gerai untuk MLM anda. Sehingga orang tahu bahwa anda bisnis MLM. Atau anda membuka konter HP, rental komputer, kelontongan kecil, atau usaha apapun yang sifatnya ringan dan anda bisa menjalankannya sambil berbisnis online.

Bisnis Online Saja Tidak Cukup, karena anda adalah makhluk sosial, di mana aktifitas anda dilihat orang. Apalagi anda yang tinggal di tengah masyarakat kuno buta internet, maka untuk menghindari gejolak atau kasak-kusus sosial emak-emak kampung(an), sebaiknya anda tunjukkan bisnis anda secara offline.

Sekian share dari saya, salam sukses untuk anda... sejahtera bersama keluarga.
Info Peluang Usaha, Silahkan Klik DI SINI


Sunday, July 8, 2018

2 Peluang Bisnis Bagus Di Tahun Ini

Baru saja saya posting 2 peluang bisnis yang bisa kita jalankan sebagai alternatif untuk menambah penghasilan. Bahkan sangat mungkin bila kita serius, sungguh-sungguh dan tak menyerah, 2 bisnis ini bukan hanya bersifat tambahan. Sangat mungkin 2 bisnis ini adalah bisnis utama kita. Dua peluang bisnis tersebut:

Pertama, Program Affiliasi FBS


FBS adalah sebuah perusahaan yang berdiri sejak 2009. FBS berada di 120 negara. Banyak mempunyai klien di Asia dan Timur Tengah. Saat ini FBS mendirikan kantor cabang di Indonesia, Thailand, China, Malaysia, Korea Selatan, Mesir dan Myanmar. Kliennya menyebar di seluruh penjuru dunia, termasuk negara-negara yang tidak terdapat kantor cabangnya, diantaranya Turki dan Amerika latin.

FBS membuka peluang seluas-luasnya pada seluruh pengguna internet di dunia untuk menjadi mitra affiliasinya. Tanpa modal. Anda tidak diharuskan menginvestasikan sejumlah dana anda, tidak juga diharuskan membayar biaya registrasi.

Informasi lebih lengkap peluang ini, silahkan kunjungi posting saya di https://www.traderforex.xyz/2018/07/peluang-bisnis-program-affiliasi-fbs.html

Kedua, Bisnis Joybiz

Peluang kedua ini adalah Joybiz.

Joybiz adalah sebuah brand dari PT. Joy Business International yang berkantor pusat di Jakarta. Joybiz sebuah perusahaan profesional yang didirikan oleh Mr. Djoko Komara, atau Djoko Hartanto Komara adalah tokoh legendaris Multilevel Marketing Indonesia.

Saat ini (2018) Mr. Djoko Komara adalah ketua APLI (Assosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Pengalaman beliau lebih dari 26 tahun di dunia MLM yang beneran. Kenapa saya sebut MLM beneran? Karena banyak sekali moneygame yang menamakan dirinya MLM. Singkat kata, MLM yang beneran pasti tergabung di APLI. Dan Mr. Djoko Komara saat ini ketua umum wadah MLM yang beneran ini.

Reputasi beliau gemilang. Banyak perusahaan MLM di Indonesia yang mengalami akselerasi kemajuan yang luar biasa, setelah mendapat sentuhan tangan beliau. Kemajuan yang belum pernah tercapai sebelumnya.

Nah, kini beliau mendirikan bisnis MLM sendiri, yakni Joybiz.

Informasi tentang bisnis ini selanjutnya akan saya update di https://joybiz.adib.club/

***

Itulah 2 Peluang Bisnis Bagus Di Tahun Ini yang bisa saya persembahkan untuk anda. Semoga informasi ini bermanfaat dan membawa dampak positif dalam hidup saya dan anda.

Sekian share dari saya. Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.

Monday, June 18, 2018

Apa Kata Ulama Tentang Forex Trading


Saya muslim. Jika anda beragama sama dengan saya, maka sangat mungkin anda ragu seperti saya di awal waktu mengenal forex. Apakah trading forex ini termasuk bisnis yang halal, haram atau mubah (boleh).

Saya muslim yang minim pengetahuan soal fiqih. Jika anda sama dengan saya, maka sangat mungkin anda akan mencari, mencari dan terus mencari hukum trading forex.

Saya muslim yang butuh penghasilan tambahan yang bisa menutup kebutuhan pribadi dan keluarga. Saya muslim yang ingin pendidikan putra-putri saya nantinya terjamin baik, sehingga saya tidak meninggalkan generasi pelanjut saya yang bodoh, lemah, dan mudah diombang-ambing oleh kesesatan-kesesatan yang menjelma seakan sebagai sebuah kebenaran sejati.

Saya pun tahu, untuk melanjutkan hidup lebih baik, untuk mendidik putra-putri butuh materi sebagai sarana dan prasarana pendidikan, dan memenuhi kebutuhan saya butuh uang. Uang bukanlah sebuah tujuan, uang hanya sarana penting untuk mengupayakan pencapaian tujuan dengan lebih mudah.

Dan saya tahu, salah satu alternatif mendapat penghasilan disaat waktu sudah semakin sempit dipenuhi aktifitas-aktifitas rutin sehingga seakan tak ada waktu untuk double job. Saat kita pulang rumah fisik sudah capek, maka Online Forex Trading adalah alternatif terbaik mencari tambahan penghasilan dan mempersiapkan hari esok lebih baik. Tanpa mengeluarkan tenaga dan mengalokasikan waktu keluar rumah. Tanpa mengganggu profesi atau aktifitas anda saat ini.

Jika anda punya pandangan yang sama dengan saya, mungkin anda juga mencari-cari ilmu soal trading forex, dan pula mencari ilmu soal hukum trading forex menurut agama kita, islam. Mungkin juga anda sudah pernah menemukan video ini. Jika belum, silahkan anda klik tombol play untuk menyimak video berikut ini.



Apa Sih Forex Trading?

Soal definisi, pengertian dan penjelasan Forex Trading bisa dengan mudah anda dapatkan di toko buku, media bisnis dan keuangan (baik media cetak, media elektronik dan internet), atau sharing dengan teman dekat anda.

Selintas soal pengertian, sedikit saya sampaikan di posting saya sebelumnya, silahkan klik https://www.adib.club/2018/02/peluang-trading-forex.html bahwa forex trading adalah perdagangan antar matauang dunia. Bahkan saat ini sudah berkembang, bukan hanya matauang negara-negara raksasa, melainkan sudah merambah perdagangan matauang bukan milik negara tertentu yakni cryptocurrency.

Dan yang terpenting adalah: forex trading itu trade ya... bukan gamble. Trade itu dagang (jual-beli) bukan gamble (judi).

Bolehkah Forex Trading Menurut Fiqih Muamalah?

Forex trading dalam hukum islam diatur dalam fiqih muamalah.

Fiqih secara bahasa berarti kefahaman. Fiqih secara istilah, adalah hukum syariah dalam Al-Quran, As Sunnah, Ijma' & Qiyas.

Muamalah secara bahasa adalah masdar dari madhi AMALA, mudhori YU'AMILI, dan masdar MU'AMALATAN yang berarti saling beramal, saling berbuat sesuatu antara seseorang dengan orang lainnya (interaksi antar manusia). Muamalah secara istilah adalah segala sesuatu yang terjadi dengan adanya interaksi antar manusia.

Fiqih Muamalah adalah hukum Alloh SWT. yang ada dalam Al-Qur'an, Sunnah Rosululloh, Ijma Ulama dan Qiyas, yang mengatur hal segala macam yang terjadi dalam interaksi manusia. Mulai perdagangan, sampai pernikahan.

Fiqih muamalah mengatur banyak hal, diantaranya: Al Bai'a (jual beli, perdagangan, trade), Ar-Riba, Asy Syirkah, Al Mudharabah (Kerjasama), Qiradh (memberi modal), Rahn (gadai), Sewa menyewa (ijarah), Wadi’ah (titipan), Kafalah dan dhaman (jaminan dan tanggungan), Upah, Syuf’ah (gugatan), Ji’alah (sayembara), Ariyah (pinjam meminjam), Hiwalah (pemindahan utang), Musaraqah, Muzara’ah dan mukhabarah, dan persoalan-persoalan kontemporer: bank, asuransi, saham, forex, MLM dan bisnis pulsa.

Forex Trading dalam pandangan saya adalah jual-beli, perdagangan atau bai'a. Bukan pinjaman, bukan hutang, titipan, bukan upah, dan juga bukan soal kerjasama perkongsian. Tapi perdagangan.

Forex trading memenuhi makna, rukun dan syarat jual-beli. Jika sesuai dengan AlQur'an surah Al-Baqarah : 275 dan An-Nisa : 29, maka halal hukum forex trading sebagai transaksi perdagangan.

Makna jual beli adalah pertukaran sesuatu dengan sesuatu yang lainnya. Pertukaran sesuatu dengan sesuatu yang berbeda, dengan metode khusus yang diperbolehkan.

Rukun jual-beli:
  1. Adanya penjual. Jelas di forex trading, anda adalah penjual sekaligus pembeli.
  2. Adanya pembeli. Jelas di forex trading, anda adalah pembeli sekaligus di kesempatan lain sebagai penjual.
  3. Adanya sighot (ijab-qobul). Dalam forex trading, ijab kobul dan transaksi di internet selalu diucapkan dengan bahasa komputer yakni: klik, dengan klik open position anda sudah melakukan ijab-qobul, seperti halnya penjual tempe-tahu menyodorkan barang dan pembeli menyodorkan uang kemudian berucap terima kasih.
  4. Adanya ma'qud alaih (sesuatu yang diperdagangkan). Jelas di forex trading ada yang diperdagangkan.
Syarat jual-beli:
  1. Berakal. Kedua belah pihak yang melakukan jual-beli haruslah baligh, memahami nilai barang yang diperdagangkan, dan mampu / bisa melakukan jual beli. Di Forex Trading anda tidak bisa membuka account jika anda belum dewasa.
  2. Dengan Sadar Atas Kehendak Sendiri. Transaksi jual beli yang dilakukan oleh kedua pihak murni dilakukan atas kehendak sendiri, tanpa adanya tekanan dan ancaman dari pihak ketiga, dan dilakukan dengan saling ridho, tidak dengan akad batil. Seperti disebutkan dalam Annisa ayat 29. Di Forex Trading anda tidak dipaksa dan ditekan secara dholim untuk menjual atau membeli.
  3. Saling Mengetahui. Penjual dan pembeli sama-sama tahu barang yang diperjual-belikan dan harga yang berlaku saat itu. Tidak boleh ada ketidak jelasan (ghoror). Seperti membeli madu yang belum dihasilkan oleh lebah, seperti membeli buah mangga di pohon saat pohon masih berbunga. Di Forex Trading anda tahu matauang yang anda jual-beli.
  4. Sesuatu yang dijual-belikan bukan jenis barang yang haram dan najisDi Forex Trading matauang bukan sesuatu yang haram dan najis.
  5. Sesuatu yang dijual-belikan punya nilai manfaat. Jelas dalam forex trading, sesuatu yang dijual-belikan bernilai, bermanfaat dan tidak mubadzir.
  6. Barang sudah dimiliki. Sebagai penjual anda harus sudah mempunyai hak milik atas apa yang akan anda jual. Sebagai pembeli anda sudah punya hak milik atas uang/barang yang akan anda pakai untuk membeli. Di Forex Trading anda sudah memiliki USD untuk anda gunakan jual atau beli GBP, EUR, dan mata uang lainnya. Trader punya hak menjual atau membeli. 
  7. Ijab dan Qobul, kedua belah pihak karus saling hubungan, walaupun tidak berada di satu tempat (mazhab hanafi). Ijab-qobul dilafadzkan, atau dengan perbuatan yang sesuai adat kebiasaan perdagangan yang berlaku di tiap tempat. Seperti penjual menyodorkan barang, pembeli menyodorkan uang, sambil bilang: thanks ya... makasih ya... dan lain sebagainya.
Sampai di sini berarti forex trading tidak haram. Sebentaarr...sabar dulu,

Seperti yang diucapkan Ustadz Abdul Shomad di video tersebut, bahwa yang penting tidak mengandung salah satu dari 3 hal:
  1. Penipuan
  2. Aniaya
  3. Judi, Ghoror, Riba
Memang, Forex Trading bukanlah penipuan, tidak mengandung aniaya, bukan judi, tidak ada unsur ghoror dan bisa bebas riba.

Namun, Forex Trading memang rawan akan 3 hal di atas. Bukan karena forex tradingnya, bukan karena perusahaan brokernya, namun lebih banyak disebabkan karena dangkalnya ilmu dan pemahaman kita (trader) terhadap forex itu sendiri.

Tapi jangan khawatir, berikut 3 solusi mengantisipasi agar 3 hal di atas tidak terjadi.
  1. Pilih perusahaan yang bener-bener perusahaan forex, agar anda terhindar dari menipu dan tertipu. Jangan pilih perusahaan penipu yang mengatas namakan diri sebagai perusahaan forex ternama. Link perusahaan yang termuat di www.TraderForex.xyz sudah terpercaya.
  2. Jangan ada pihak yang teraniaya atas dana yang anda gunakan trading. Hindari trading dengan modal titipan orang lain. Sebab resiko forex yang tidak dimaklumi oleh pendana anda, bisa berpotensi mendzolimi mereka.
  3. Pahami analisa teknikal, analisa fundamental, dan bekali diri anda dengan pengetahuan ekonomi dan keuangan dunia. Agar anda terhindar dari unsur judi, ghoror dan kesalahan akibat kebodohan lainnya.
  4. Pilih NO SWAP pada akun trading anda. Karena dengan NO SWAP anda tidak dikenakan bunga dan biaya atas transaksi menginap. Hal ini akan menghindarkan anda dari riba.
Sebelum saya tutup tulisan ini, saya menyarankan pada anda (yang masih pemula soal forex trading dan fiqih muamalah) supaya anda siapkan google untuk menemani anda membaca posting saya ini. Jika ada kata, atau istilah dalam posting saya ini yang tidak anda pahami, tinggal anda cari di google dengan menambahkan kata "apa" atau "apa pengertian dari"

Misal anda tidak memahami kata "no swap" maka anda bisa mencari di google dengan kata kunci "apa arti no swap dalam trading forex". 

OKAY... sekian dulu share dari saya, salam sukses untuk anda...sejahtera bersama keluarga,




Thursday, May 24, 2018

Sebelum Berubah Harus Terbuka


Banyak orang menginginkan perubahan. Perubahan menjadi baik. Perubahan menjadi lebih baik. Perubahan menjadi lebih baik lagi, lagi dan lagi.

Terlepas dari perbedaan akan parameter sesuatu layak disebut telah berubah, parameter berhasil, dan parameter menjadi lebih baik ITU BERBEDA tiap individu. Kali ini saya mengenyampingkan soal parameter.

Mungkin anda juga sering mendengar keluhan atau ungkapan di sekitar anda:

Saya bodoh mas, saya pengen pinter...
Saya miskin mas, saya pengen kaya...
Saya hitam mas, saya pengen putih...
Saya kurus mas, saya pengen gemuk...
Saya gemuk mas, saya pengen langsing...
Saya jomblo mas, saya pengen punya istri empat mas... Haha...

Dan lain sebagainya..

Perubahan harus dilakukan. Perubahan harus diupayakan. Perubahan harus dimohonkan dalam setiap doa kita. Perubahan harus dijemput.

Temen-temen kalau bercanda: jodoh dan rejeki itu di tangan Tuhan, maka jemputlah... kalau tak mau jemput, ya jodohmu dan rejekimu di tangan Tuhan terus...

Setelah melewati banyak pengalaman dan diskusi dalam banyak kesempatan, saya ambil sebuah simpul, bahwa: perubahan tak mungkin terjadi tanpa kita berupaya mengubah. Dan upaya mengubah itu, selalu diawali dengan keterbukaan.

Keterbukaan, bukan berarti kita blak-blakan membuka aib dan kesungguhan kita untuk mengeluh secara konsisten. Tidak itu. Tapi keterbukaan yang saya maksud adalah kita buka mata, buka hati, buka pikiran untuk menerima banyak hal positif dan banyak fenomena perubahan dunia. Kita baca, kita pikir dan kita renungkan hal positif dan informasi dari luar untuk kita kelolah dalam diri kita sendiri. Saya sebut ini adalah bagian tak terpisahkan dari apa yang sering disebut: belajar.

Keterbukaan bukan saya mengajak anda bermental infotainment yang suka membuka yang tak penting untuk dibuka. Namun keterbukaan ini lebih berupa sebuah inklusifitas,

Sebelum ini saya posting selintas fakta perubahan dunia di posting saya https://www.adib.club/2018/05/dunia-ini-berubah-tiap-detik-masihkah.html

Belajar tak mengenal usia. Belajar tak mengenal pada siapa. Belajar tak mengenal gelar akademik.

Kita sudah tua, merasa sudah hebat, kemudian merasa tidak pantas belajar pada yang lebih muda, ini adalah ketertutupan.

Kita yang menyandang status sosial atau status ekonomi lebih tinggi, kemudian merasa lebih berhak mengajari, dan tidak menerima hal baik dari yang lebih rendah status sosial ekonominya dibanding kita, ini adalah ketertutupan.

Kita yang telah sekian kali di wisuda di berbagai universitas, merasa lebih hebat dari orang yang SD saja tidak tamat, dan tidak menerima hal positif darinya, ini juga adalah ketertutupan.

Ketertutupan adalah negasi dari keterbukaan.

Ketertutupan pastilah sebuah sikap kontraproduktif, yang mendorong kita berjalan mundur, mengagumi kehebatan kita di masa silam, padahal sekarang bukanlah masa silam. Sekarang adalah awal mula masa depan. Sedang di depan menunggu banyak hal yang harus dijawab dengan ilmu-ilmu baru, pengalaman-pengalaman baru, dan teori lama mungkin harus kita simpan rapi di perpustakaan pribadi, sebab teori yang sudah tidak relevan sebaiknya tidak dijadikan alasan menjadi arogan.

Lebih dari 5 kota di pulau Jawa ini saya pernah tinggal dan bertahan hidup, terhitung sejak 1994 sampai sekarang 2018. Namun untuk hal keterbukaan, inklusifitas dan kesadaran belajar masyarakat...saya kagum Yogyakarta. Meski tidak lama, kurang lebih hanya 4 tahun saja, namun setiap hari saya mengamati langsung perilaku masyarakat Yogyakarta, dari berbagai level sosial, akademik, maupun ekonomik.

Di Jogja, demikian orang sering menyebut Yogyakarta, tukang becak pun sambil menunggu penumpang mereka baca koran. Itu setiap hari. Bukan hanya kalau ada yang ngasih koran. Mereka beli tiap pagi.

Saya saksikan di Jogja, para customer service di kantor-kantor layanan instansi pemerintah, perusahaan-perusahaan besar sampai sales counter usaha kecil...saat menunggu konsumen, saat waktu luang, mereka baca koran, baca buku, dan baca internet.

Pedagang kaki lima, sambil nunggu dagangannya, saat nggak ada pembeli, mereka akrab dengan koran, majalah dan bacaan lainnya.

Diskusi di angkringan Jogja, sudah bukan hal baru lagi. Itu seakan sudah menjadi bagian tak terlepaskan dari budaya. Sudah mendarah daging. Sepertinya begitu. Perdebatan tak ringan sering kita temui terjadi diantara mereka.

Mereka tidak memanfaatkan waktu luang untuk bicara soal infotainment, mengumbar air pasangannya, bicarakan aib keluarganya, bicara aib sahabatnya, atau bicara aib tetangganya. Yaa..sesekali mereka juga ngerumpi. Namun porsinya sangat sedikit.

Ada dua hal yang saya garis bawahi atas keterbukaan itu tadi. Yakni terbuka terhadap definisi dan terhadap regulasi.

Definisi

Definisi adalah suatu batasan atau arti, bisa juga dimaknai kata, frasa, atau kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas (https://id.wikipedia.org/wiki/Definisi)

Definisi ada yang mutlak tetap. Ada pula definisi yang bergerak mengikuti perkembangan jaman.

Definisi mutlak tetap, misalnya definisi "sholat". Sejak dahulu setelah Isra Mi'raj Nabi Muhammad sampai nanti akhir zaman, definisinya tetap dan mutlak tetap. Ada berbagai macam perbedaan, namun tetaplah sholat tetap lah begitu adanya.

Sedang definisi yang relatif, bergantung pada apa/siapa ia terkait, arti yang bergerak mengikuti perkembangan jaman inilah yang kita musti terbuka menerimanya.

Misal, definisi:
Regulasi

Saat ini, boleh kita memahami bahwa regulasi adalah peraturan yang diundangkan oleh pemerintah. Dan boleh pula kita memahami bahwa regulasi bisnis dalam ilmu ekonomi adalah segala bentuk aturan yang ditetapkan untuk mengendalikan perilaku bisnis.

Bisa dalam bentuk pembatasan hukum perundang-undangan oleh tangan pemerintah. Bisa berbentuk aturan dalam intern industri. Bisa pula berwujud peraturan asosiasi-asosiasi perdagangan. Semua itu regulasi.

Namun 10 tahun ke depan, mungkin maknanya sudah tak sama dengan sekarang. Sebab 10 tahun silam, regulasi soal bisnis MLM sudah tak sama persis dengan sekarang.

Ya. Mulai UU, sampai pemaknaan "tata aturan lokal tentang suatu hal yang kecil" pun kita mau-tidak-mau harus menyesuaikan.

Dan Banyak Lagi...

Orang bisa berubah, dari kondisi sekarang menjadi kondisi yang diinginkan. Karena sebelumnya ia melakukan sesatu secara baik, terukur, konsisten, dan tepat.

Orang bisa melakukan sesuatu secara baik, terukur, konsisten dan tepat... berawal dari pola pikirnya terarah dengan baik dan komitmen.

Pola pikir menjadi lebih baik dan komitmen menjadi lebih kuat, sebab adanya perubahan pemikiran, perubahan paradigma, perubahan orientasi atau perubahan visi.

Nah, perubahan ini diawali dengan keterbukaan. Terbuka terhadap ilmu. Terbuka terhadap kebenaran. Terbuka terhadap semangat postif dan terbuka terhadap segala macam perubahan.

Jadi, SUKSES ibarat sebuah akhir dari satu matarantai, TERBUKA adalah awal dari mata rantai tersebut.

Sekian share dari saya, salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.

Tuesday, May 22, 2018

Beda Aksi Di Jaman Batu & Aksi Di Jaman Now


Lagi-lagi, saya bilang bahwa: pengalaman adalah proses mengalami. Bagi saya pengalaman adalah hal pribadi, jadi harus melalui yang namanya proses mengalami. Setelah itu barulah ada belajar dari pengalaman. Jika pengalaman adalah harus melalui sendiri, maka beda lagi dengan belajar dari pengalaman, tidaklah harus dari pengalaman pribadi.

Belajar bisa dari pengalaman pribadi, bisa dari pengalaman orang lain.

Nah, belum lama ini saya belajar dari pengalaman seorang rekan bisnis online. Baru-baru ini saja. Seperti biasanya pebisnis online di tahun 2018 ini, banyak share info-info peluang bisnis, info produk dan manfaat produknya dan share posting-posting promosi bisnis onlinenya di facebook.

Saya diberitahu seorang rekan ini, tolong lihat statusku yang ini deh.. komentar-komentarnya ada yang lucu. Kali aja bisa jadi ide atau inspirasi, syukur2 bisa meng-creat sebuah gagasan unik namun efektif dalam membangun bisnis online kita.

Habis baca pesan inboxnya, saya langsung lihat profilnya dan mencari statusnya yang dia maksud. Lucu juga sih. Ada perdebatan lumayan panjang di situ. Membahas soal aktifitas berbisnis mereka, namun ada keberbedaan dalam memahami makna dari AKSI.

Saya bilang ke rekan saya ini: sebenarnya kalian nggak ada yang salah, sama-sama benar, nggak ada yang lucu, karena sama-sama betul... yaa... pikiran ente betul di jaman now, sedangkan pikiran temen ente itu betulnya di jaman batu dulu... 

Dan kami pun menertawakan kelucuannya.

Satu hal yang menarik bagi saya untuk saya bahas di sini adalah: AKSI DI JAMAN BATU makna-nya sudah nggak relevan lagi dengan kondisi dan situasi sekarang, sudah berbeda dengan makna AKSI DI JAMAN NOW.

Aksi Di Jaman Batu


Di jaman manusia purba: Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, atau Homo Soliensis, manusia disebut aksi ketika ia selalu berpindah-pindah, ketika ia berburu dengan kapak dan senjata dari batu, ketika ia bisa menangkap ikan dengan alat-alat sederhana. Membuat api, membakar hasil buruan dan bisa memberi kawanannya makan.


Aksi Di Era Sebelum Internet


Seorang member / distributor MLM di era 90an, akan disebut beraksi ketika ia berdandan sangat rapi, berparfum elegan, rambut disisir klemis-mlintis, keluar rumah dengan buku presentasi yang bagus, bawa buku catatan yang tebal (karena harus berisi daftar nama, plan aktifitas harian, dan lain sebagainya), bawa brosur banyak, dan bawa sample product untuk demo, pakai motor/mobil yang bagus (kreditan atau pinjaman, yang penting keren). Janjian bertemu calon prospek di tempat-tempat prestisius, dan banyak lagi pencitraan yang harus dibangun untuk melakukan ACTION.

Kalau belum kepanasan dan kehujanan di jalan, ia belum sempurna disebut ACTION. Kalau belum berdarah-darah membangun jaringan, ia belum disebut ACTION.

Aksi Di Jaman Now




Makna ACTION di jaman now (alias era internet, dimana komunikasi di dunia maya semakin kuat dan semakin menentukan hajat hidup manusia) sudah tentu sangat berbeda dengan era-era sebelumnya.

Seorang distributor / IBO / member sebuah perusahaan MLM bisa melakukan segala aktiftas bisnisnya hanya dengan leptop (atau smartphone) yang dilengkapi dengan koneksi internet.

Distributor kit, buku presentasi, brosur, buku daftar nama, kaset motivasi leader, daftar harga, brosur manfaat produk, marketing plan, dan semuanya bisa disimpan dalam leptop. Nggak perlu bawa sekoper alat tempur.

Landing page, ada di internet. Tinggal tekan CONNECT, langsung bisa sebar landing page di media sosial, chat, email dan banyak lagi.

Semua ada di leptop dan koneksi internet.

Itu saja.

Tak harus keluar rumah. Tak harus 18 jam ada di luar rumah. Tak harus berpakaian rapi dan berdasi. Tak perlu lagi melakukan pencitraan semu dengan mobil kreditan atau mobil pinjam orang tua dan diklaim hasil bisnis MLM. Hanya untuk meyakinkan calon prospek. Dan calon prospek yang deal join, hal pertama yang akan diajarkan selain company profile, product knowledge, business plan, PASTI dia akan diajarkan HOW TO DO PRESENTATION.

Pada How To Do Presentation ini, salah satunya dipenuhi cara menyampaikan manfaat produk, cara menyampaikan company profile, cara bikin orang kepingin punya penghasilan banyak saat menyampaikan business plan. Pastinya banyak tips & trik bagaimana meyakinkan calon prospek.

Di era internet, alias JAMAN NOW ini... ACTION itu bisa anda lakukan di sudut rumah anda, sambil pakai singlet dan kolor, sambil minum kopi, anda bisa actions di depan leptop saja.

Di era 90an, seorang member MLM disebut bisa presentasi, ketika ia bisa bisa menyampaikan informasi bisnis dengan baik, ketika ia bisa mengatur intonasi suara dan mengatur ekspresi sehingga menyenangkan. Maka di jaman now ini, anda tak butuh itu. Anda hanya butuh cara berkomunikasi online dengan baik. Anda manyun pun, kalau bisa bikin konten yang menarik bagi orang, maka anda sudah bisa presentasi.

Perbedaan makna, perbedaan pola dan perbedaan jaman inilah yang harus kita terima. Sehingga tidak akan ada lagi komentar di status facebook:

  1. Halah...kamu katanya bisnis kok fesbukan aja..
  2. Bisnis itu dilakukan, bukan hanya dishare di fesbuk aja...
  3. Katanya bisnis, kok di rumah aja...
  4. Omong kosong, kamu aja gak pernah keluar rumah... gimana bisa sukses...
  5. Bisnis MLM itu harus ACTION, jangan diam di rumah aja mainan leptop...
  6. (dan komentar-komentar sejenis, yang kerasa lucu... seperti debat ringan di status rekan saya di atas)
Pola-nya sudah berbeda, maka metode ACTIONnya pun pasti berbeda.

Orang purba yang menutup diri dari perubahan, ia akan tetap menyalakan api dengan menggesek 2 kayu kering hingga keluar api. Padahal teknologi kompor gas sudah ada.

Orang era pra-internet yang suka keliling-keliling mrospek, ketemu hanya 1-3 orang / hari...kemudian ia tertutup dari perubahan. Maka ia akan tetap kehujanan, kepanasan, keluar biaya banyak untuk penampilan, BBM motor/mobilnya, keluar pulsa buat telepon janjian ketemu. Padahal teknologi komunikasi sangat memungkinkan dengan sekali tekan enter, online sales letter atau landing page, tersebar dibaca ratusan bahkan ribuan orang calon prospek per hari.

Nah. Sekarang ada di jaman manakah anda?

Selamat mencoba berbisnis dengan internet, pakai kolor dan singlet di rumah, sepulang anda bekerja.

Sekian share dari saya kali ini. Silahkan kunjungi www.usaha.club jika anda ingin berbisnis online secara efektif dan efisien.

Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.



Thursday, May 17, 2018

Dunia Ini Berubah Tiap Detik, Masihkah Kita Diam Saja?


Dunia ini berubah terus. Tahun sekarang, sudah tak sama dengan tahun kemarin. Tiap bulan dunia mengalami perubahan. Tiap hari hidup terus berubah. Bahkan perubahan itu terjadi tiap detik. Tak terbendung. Tak terhalangi. Perubahan terjadi dan terus terjadi seiring dengan detak jarum jam yang terus memutar waktu.

Kenyataannya Hidup Ini Memang Berubah

Kita sadari atau tidak, kita akui atau tidak, mau atau tidak mau... perubahan itu benar-benar terjadi.

13 tahun lalu raksasa internet itu bernama Yahoo, kini terganti Google. 13 tahun silam, koran dan majalah menjadi media informasi ter-efektif, disamping televisi. Namun hari ini, diganti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin dan masih banyak lagi media internet yang jauh lebih mudah, lebih murah dan lebih dipercaya masyarakat.

13 tahun silam, kata "investasi" masih terasa angker. Dunia investasi seakan hanya terjamah oleh tangan konglomerat dan orang kaya kaliber dunia. Kenyataan hari ini, semua orang bisa membeli reksadana dengan uang Rp. 100.000. Dan kita tahu bersama, uang Rp. 100.000 hampir dipunyai oleh semua masyarakat kelas bawah kita.

13 tahun lalu, symbiannya Nokia merajai pasar ponsel hampir di seluruh dunia. Kemudian tergantikan Blackberry, meski kemudian keduanya tumbang tergilas Android. Kini Symbian nyaris menjadi kenangan dunia komunikasi.

13 tahun lalu, orang bangga belanja ke Matahari, Carefour, Hypermart, Giant, Ramayana, Hero dan lain sebagainya. Karena mereka adalah penguasa bisnis retail. Namun sekarang orang lebih bangga dan merasa lebih efektif/efisien belanja ke Bukalapak, Shopee, Tokopedia, Blibli, dan lain sebaganya.

13 tahun silam, mungkin anda malu bilang ke teman kuliah anda, bahwa ayah anda juga kerja jadi ojek selepas pulang kantor. Profesi ojek dipandang remeh dan tidak terhormat. Namun kini, tukang ojek banyak yang sarjana, bahkan lulusan pascasarjana. Dan mereka dengan bangganya mengantarkan penumpang-penumpangnya. Sebab ojek sekarang pakai aplikasi online, canggih dan profesional. Sudah jauh dari kesan kumuhnya sudut stasiun kereta atau kumalnya pojokan terminal bis.

Mau Berubahkah Kita?

Fakta-fakta perubahan tersebut, sebut saja cara saya menggambarkan betapa hidup ini dinamis. Namun ironisnya, kemalasan dalam diri kita selalu sangat kuat mengajak kita untuk statis. Diam seribu aksi. Bukan hanya diam seribu bahasa.

Fakta kejayaan masa silam yang kini tinggal kenangan, sangat mungkin disebabkan oleh ketidak mampuan untuk berubah mengikuti irama dinamika jaman.

Kadang saya berpikir: dinosaurus punah, mungkin karena mereka tak mau berubah. Sama halnya fakta-fakta di atas.

Di sekitar kita pun pasti banyak perubahan. Bahkan diri kita sendiri, disadari atau tidak, telah berubah.

Mungkin dulu jaya, sekarang terpuruk. Atau sebaliknya, dulu terpuruk sekarang jaya.

Saya masih meyakini bahwa Alloh tak akan mengubah suatu kaum, sampai kaum itu mengubah dirinya sendiri. Artinya memang Alloh yang menentukan segala perubahan di dunia ini, namun adanya hukum sebab-akibat, sehingga Alloh menjamin akan mengubah nasib kita, asal kita berkemauan mengubah keadaan kita.

Sebab-akibat. Itu tak bisa dihilangkan. Untuk sukses, harus ada ikhtiar yang mengantar kita sampai di puncak sukses. Ikhtiar itu menjadi sebab, dan sukses itu adalah salah satu akibat dari ikhtiar kita.

Kita tak mungkin ada di dunia ini, bila ayah-ibu kita tak melakukan sedikitpun ikhtiar yang berakibat lahirnya kita ke dunia ini. Kita kecil, tak mungkin berubah menjadi sedewasa sekarang, tanpa ada ikhtiar orang tua kita membesarkan kita. Mungkin dulu kita kecil mengalami sakit parah, ayah-ibu kita melakukan ikhtiar atas kesembuhan kita. Jika tiada ikhtiar ayah-ibu kita, mungkin kita tak sampai sebesar dan sesehat sekarang.

Kalau saya blak-blakan, saya miris melihat stagnasi yang beberapa kali terjadi pada diri saya. Stagnan. Seakan dunia menjadi beku dan kaku. Namun saya sendiri telah membuktikan, dari sekian stagnasi yang terjadi, upaya keras untuk memperbaiki (tentu atas izin Alloh), stagnasi itu pun pecah. Perubahan kemudian terjadi. Dan begitu terus.

Dulu pernah saya bekerja, sangat enjoy. Namun keadaan berkata lain. Perusahaan bangkrut, dan saya harus kehilangan pekerjaan. Stagnasi pun terjadi. Kebekuan dan kepenatan menghinggapi.

Bukan hanya sekali, namun itu berkali-kali.

Maka sekarang, mumpung stagnasi dan keterpurukan belum terjadi pada kita, saya mengajak diri saya sendiri dan anda semua: mari kita terus belajar dan terus memperbaiki (artinya mengubah yang tak baik menjadi baik, mengubah yang baik menjadi lebih baik) atas keadaan kita sekarang.

Jika saya renungkan, satu hal yang terpenting adalah: terbuka terhadap informasi baru yang positif, terbuka menerima perubahan dunia, mengubah diri kita menyesuaikan, agar keterpurukan tak terjadi lagi.

Bila sampai hari ini kita tidak terbuka terhadap informasi dan perubahan, saya khawatir: 13 tahun yang akan datang, kita hanyalah orang-orang yang merugi, karena terlindas bahkan tersingkir oleh perubahan dunia.

Dunia yang terus berubah, pasti tak akan berhenti. Dunia terus berubah. Meski kita bersihkeras tidak ikut berubah.

BAYANGKAN, dulu anda komunikasi dengan teman anda yang jauh, dengan berkirim surat via kantor pos. Kemudian dunia komunikasi sudah berubah, sedang anda bersihkeras tidak mau mengikuti perubahan. Teman-teman anda sudah komunikasi via email, via whatsapp, via media sosial, sedang anda masih bersihkeras tidak memakai teknologi komunikasi yang kita mutahir. APAKAH anda tidak tergilas dan tersingkirkan dari dunia ini?

Mungkin anda akan menjadi manusia kesunyian, dan lama-kelamaan akan hilang.

Bahkan jika kita yang sekarang bekerja di Bank. Kemudian kita bersihkukuh tak mengikuti perkembangan dunia... sangat mungkin 10 tahun ke depan, bank akan mengalami metamorfosa, dan anda akan tertinggal. Sebab transaksi sudah terganti oleh Alipay, Paypal, & PayTren.

Berubah itu tak salah. Berubah itu harus. Agar kita tidak punah, kita harus berubah.

Sekian catatan saya kali ini. Semoga bisa membantu diri saya sendiri dan anda untuk merenung, memahami, kemudian berubah menjadi lebih baik.

Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.



Wednesday, May 16, 2018

Ngeblog Nggak Harus Neko-neko


Alhamdulillah. Malam 1 Ramadhan, pukul 01:02 dini hari, saya masih bisa posting. Masih dikaruniai waktu dan kemampuan untuk mengutarakan yang ada dalam otak dan hati saya.

Sebenarnya ngeblog itu simple. Ya, blogging itu sederhana. Apa yang ada dalam pikiran kita, kita tuang dalam bentuk konten. Apa yang ada dalam hati kita, kita tuang menjadi postingan-postingan. Deretan nge-post dalam suatu sistem ini, sering disebut blogging alias ngeblog.

Ngeblog nggak perlu neko-neko sih.

Apakah ada regulasi yang melarang kita neko-neko? Tidak. Tidak ada.

Berarti boleh dong? Boleh saja sih. Namun menurut saya (dan untuk saya) itu tidak harus.

Sama halnya anda berpakaian biasa seperti anda sehari-hari. Kemudian anda pakai rompi dari karung. Apakah ada regulasi yang melarang anda pakai rompi dari karung bekas gula? Hahaha... Ya nggak ada yang ngelarang lah.

Ngeblog Nggak Harus Neko-neko. Itu menurut pandangan saya. Ya, ngeblog itu apa adanya saja. Apa adanya itu, yang kecil nggak usah dibikin gede, yang gede nggak perlu dikecil-kecilkan, yang tak ada tak harus diada-adakan, dan yang tiada nggak harus dipaksakan ada.

Lantas, apa sih blogging? 

Blogging itu bukan suatu yang hebat, sebenarnya. Blogging itu sama dengan sama dengan swimming, sama dengan jogging, atau sama dengan ngi**ing (baca: buang air besar). Mudah. Ibarat berenang, asal bisa mengapung dan bergerak, sudah bisa disebut berenang. Ibarat jogging, asal bisa berlari kecil, sudah bisa disebut jogging. Nggak ada istimewanya. Dan mudah. Seperti saya posting sebelumnya https://www.adib.club/2018/04/percayalah-bikin-blog-itu-sangat-mudah.html

Lantas yang istimewa apanya? Bagi saya, yang istimewa dari blogger adalah konten, bukan blogging-nya.

Terus, apa sih neko-neko?

Dalam kamus Bahasa Indonesia, neko neko/ne·ko ne·ko/ /néko néko/ Jw adv (berbuat yang) aneh-aneh (macam-macam dan sebagainya): selain dikenal karena kesederhanaannya, ia juga tidak pernah bersikap --

Artinya dalam tampilan dan wujud tampak indra, biasa saja apa adanya. Jadi blogging tak perlu berbuat yang aneh-aneh dan macam-macam yang tak penting. Itu menurut saya.

Bagaimana kalau ada yang ngeblog dengan neko-neko. Ya silahkan saja. Bebas saja. Mungkin bagi beberapa orang, neko-neko itu stylish. Tingkah-polah macam-macam itu keren. Ya monggo saja..

Kualitas Konten Lebih Penting

Nah, di sinilah sebuah blog disebut bagus atau tidak, berkualitas atau tidak, seksi atau tidak, eksotis atau tidak. Konten.

Dalam postingan saya sebelumnya, bahwa saya sekarang ini sedang belajar sukses blogging https://www.adib.club/2018/04/saya-sedang-belajar-cara-sukses-dengan.html dengan cara (salah satunya) belajar membuat konten berkualitas. Meskipun, sampai posting saya yang satu ini, saya belum bisa membuat konten berkualitas dunia.

Daripada neko-neko, lebih penting saya belajar membuat konten positif, bermanfaat dan berkualitas.

Akhirnya saya pun membaca-baca. Bagaimana sih konten situs yang berkualitas?

Saya temukan bahwa sebenarnya bagus tidaknya sebuah konten pun tergantung siapa yang menilainya. Bener juga sih. Tergantung siapa (dengan sepenuh pengalaman dan kapasitas) yang menilainya.

Bagi seorang ABG yang sedang dirundung rindu dan dimabuk asmara, tentu konten blog saya ini sangatlah kacau dan tidak penting.

Bagi seorang yang punya perhatian dan ketertarikan terhadap konten-konten islami, tentu situs judi online bukanlah suatu yang bagus bagi dia.

Bagi seorang yang suka olah raga, tentu konten terbaik adalah yang membahas dan mengupas habis soal olah raga.

Namun untuk saat ini, tolok ukur bagus tidaknya sebuah konten blog secara umum, (sepertinya) ada di tangan google. Bukan di tangan tetangga anda.

Okay, mari kita intip sejenak. Apa sih yang google mau nih?

Saya menemukan ini: https://support.google.com/webmasters/answer/40349?hl=id

Silahkan anda intip link tersebut jika anda juga penasaran, seperti saya.

Poin-poin yang saya catat dalam otak saya adalah 2 hal berikut ini:

  1. Jadikan situs Anda menarik dan bermanfaat
  2. Ketahui konten yang diinginkan pembaca (dan sajikan kepada mereka)
Keduanya sangat mudah dibaca, sangat mudah dimengerti. Namun ternyata, saudara... TAK MUDAH DITERAPKAN. Hehe...

Namun serumit apapun itu, saya yakin kita bisa. Meskipun itu pasti butuh proses. Proses berpikir, belajar dan menerapkan. Juga butuh waktu. Sebab untuk menulis sebuah konten bagus, tak bisa serta-merta sim salabim abracadabra... JADI..! Tidak. 

Selamat mencoba. Saya juga mencoba. 

Baiklah, sudah mendekati waktu sahur. Saya cukupkan sekian dulu dari saya di awal bulan Ramadhan 1439 H kali ini.

Salam sukses untuk anda. Sukses dunia akhirat. Amin






Thursday, May 10, 2018

Saya Tidak Bisa Menulis Serius, Tapi Saya Pengen Punya Blog


Alhamdulillah...
Saya bisa posting lagi. Sebab dibalik sebuah posting banyak hal yang harus saya syukuri. Diantaranya: saya masih punya waktu untuk berbagi, saya masih bisa berpikir positif, dan saya masih dikaruniai hati yang terpanggil untuk berbagi, dengan harapan untuk kebaikan bersama.

Tujuan berbagi kebaikan itulah tujuan utama saya membuat blog ini, seperti saya sampaikan di deskripsi blog.

Ya...
Barusan ngobrol dengan teman Aliyah (SMA) via WhatsApp.

Biasa lah... obrolan teman lama yang sudah sekian waktu tidak bertemu. Obrolan yang kental dengan nostalgia dan mengenang masa silam. Namun ada satu bahasan singkat yang tak menjadi topik utama, tapi justru itu menginspirasi saya untuk posting ini.

Teman lama yang tidak saling bertemu, dan entah bagaimana awalnya dia bisa menemukan blog saya ini, sebelum menemukan nomer WhatsApp saya, dan akhirnya bisa ngobrol via aplikasi chat tadi itu. Jadi sebelum dia ngobrol dengan saya, terlebih dahulu menemukan blog saya ini.

Entah serius atau sekedar basa-basi, bahwa ia sempat mengutarakan: pengen punya blog, seperti halnya saya, tapi dia tak bisa menulis serius.

Hehehe... saya bilang: Blog Itu Bukan Skripsi atau Disertasi. Kalau blog itu harus berisi tulisan serius, pastilah blogku ini tidak memberitahumu nomer WhatsApp ku.

Bagi saya, agar blog itu kerasa citarasa blog-nya, malah malah dan malah... harus personal banget, harus se-apa adanya mungkin, dan tak harus mengungkap kebenaran ilmiah akademik.

Intan Dalam Lumpur, Tetaplah Intan

Intan dalam bejana megah, ia tetap intan. Intan dalam lumpur, tetaplah intan. Karena pada hakikatnya, kebenaran yang disajikan dalam bentuk apapun, tetaplah kebenaran. Kebaikan disajikan dengan cara tegas atau dengan cara humor, tetaplah kebaikan.

Kebenaran hakiki yang disampaikan secara personal, akan tetap kebenaran. Personalisasi ini saya pikir bisa berbentuk cara penyajian. Artinya bila seorang yang serius, maka ia cenderung menyampaikan kebenaran secara serius. Bila seorang humoris, tentu lebih suka menyampaikan kebenaran dalam ungkapan-ungkapan jenaka.

Personalisasi juga bisa bermaksud bentuk reformulasi. Kebenaran mutlak ilahiyah, yang disampaikan oleh seseorang, tentu berbeda dengan yang disampaikan orang lainnya. Artinya kebenaran mutlak ilahiyah yang tersampaikan dalam kitab suci, diserap oleh akal dan hati seseorang yang berbeda, yang disampaikan orang-per-orang (sedikit atau banyak, disadari atau tidak) akan bercampur dengan segala hal yang melingkupi individu bersangkutan.

Setiap individu itu dasar fitrahnya adalah unik, berbeda satu dengan lainnya. Sekaligus setiap individu itu kompleks, artinya banyak hal yang turut membentuk ke-khas-an tiap orang.

Ada banyak hal yang menentukan khas setiap individu. Kecerdasan otaknya, sensitifitas rasanya dalam menerima keindahan dan kebenaran, pengalaman hidupnya yang tak sama, karakter yang berbeda, dan (mungkin juga termasuk) kepentingan yang berbeda. Dari kepentingan sosial, kepentingan ekonomi, sampai kepentingan politis yang berbeda.

Akhirnya personalisasi kebenaran mutlak ilahiyah yang tersampaikan oleh satu individu tertentu, dan selintas berbeda dengan individu lain, kerap disebut kebenaran personal. Bukan lagi kebenaran ilahiyah.

Itu jika kita bicara kebenaran ilahiyah.

Sama halnya bila kita bicara kebenaran ilmiah. Sebuah kebenaran ilmiah akademik, yang diserap seorang individu dengan karakter dan kapasitas yang berbeda, maka kebenaran ilmiah itu pun berpotensi disampaikan dengan cara yang berbeda pula. Bahkan selintas akan menjadi kebenaran ilmiah yang berbeda. Singkat kata pun, disebut kebenaran personal juga.

Sampai saat ini, saya masih meyakini bahwa semua kebenaran dan kebaikan yang ada di muka bumi ini, yang ada sejak Nabi Adam dulu, hingga akhir zaman nanti, semuanya bersumber dari Ilahi. Artinya semuanya berasal dari Alloh. Wa'allamal asma'a kullaha, dan Alloh mengajarkan nama-nama atas semua yang ada di muka bumi ini pada Adam. Dimana nama-nama itu adalah komponen bahasa. Nama benda, nama rasa, nama waktu, nama segalanya yang terangkai dalam sebuah bangunan makna, ia akan menjadi sebuah bahasa.

Ibarat air. Awal mula sumber air tetaplah air jernih. Di tangan yang berbeda, air itu bisa menjadi secangkir kopi hitam (karena bercampur dengan kopi + gula), di tangan lainnya bisa menjadi segelas teh (karena dicampur dengan daun teh), pun dalam kesempatan yang berbeda air akan menjadi zat pembersih, air juga menjadi komponen utama kehidupan yang digunakan dengan cara yang berbeda antara manusia-manusia di satu belahan dunia dengan manusia di belahan dunia lain, dan lain sebagainya...dan lain sebagainya. Bahkan antara satu orang dengan lainnya, cara bikin kopi nya juga berbeda, bahan kopinya berbeda, sehingga menghasilkan rasa kopi dan khasiat kopi yang berbeda pula.

Nah...
Kebenaran atau kebaikan yang disampaikan dengan cara yang berbeda pun... pada hakikatnya tetaplah kebenaran, tetaplah kebaikan.

Blog Harus Personal Banget

Saya pikir: kebenaran personal dan opini-opini singkat akan membuat blog itu kerasa lebih seksi.

Untuk anda dan siapa saja yang membaca posting saya kali ini. Khususnya buat teman saya yang telah mengisnpirasi saya hingga saya menulis ini, saya sampaikan pendapat saya bahwa: blog tak harus serius. Anda dan saya bebas berekspresi, dalam batasan tata aturan yang berlaku tentunya.

Bukan berarti semakin tidak serius, sebuah blog makin bagus. Tidak bisa begitu juga. Namun blog harus personal banget.

Personal yang saya maksud di sini bukan bermakna: privacy, atau kerahasiaan pribadi yang harus ditutup dan dilindungi dari intervensi publik. Namun yang saya maksud adalah cara penyajian yang berkarakter anda. Ya, cara penyampaian yang anda banget, yang gue banget, yang dengan gaya gue banget, gaya anda banget. Namun apa yang disampaikan dalam blog, yaaa...seperti ibarat saya di atas... tetaplah kebaikan atau kebenaran.

Kebenaran bisa bermakna segala yang berbentuk kaidah dan akidah.

Kebaikan bisa bermakna segala yang punya nilai luhur bagi agama, norma dan anda. Ya. kebaikan menurut anda.

Meski tidak selalu kebenaran dan kebaikan. Orang sebenarnya bebas saja mau blogging soal apa. Mau mempublikasikan perihal hobby atau segala yang menjadi daya tarik pribadi, hal yang ditekuni dan hal yang dikuasai.

Jadi bebas saja. Anda bisa menulis dalam bahasa yang sesuai aturan baku penulisan bahasa Indonesia, atau... anda bisa juga menulis tidak sesuai aturan. Apapun bisa anda posting dalam blog anda. Apapun bisa jadi muatan blog anda.

Di situlah justru sebuah blog akan nampak seksi. Menurut pandangan saya, begitu.

Sekian share dari saya kali ini. Semoga ini menginspirasi siapapun untuk berbagi kebaikan dengan blogging.

Silahkan simak pula posting saya lainnya, curhat tentang bloging:
  1. Percayalah, Bikin Blog Itu Sangat Mudah
  2. Saya Sedang Belajar: Cara Sukses Dengan Blog
Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.

Wednesday, May 9, 2018

Ramadhan 1439 H, Hari-hari Yang Dinanti


InsyaAlloh tanggal 1 Ramadhan 1439 bertepatan tanggal 17 Mei 2018.

Bagi seluruh umat islam, pasti hari ini adalah istimewa. Hari-hari di bulan ramadhan. Sebab di bulan ini, ada keindahan di hati yang tak terdefinisikan dalam kata-kata biasa.

Keindahan yang saya maksud, mungkin rada mirip dengan perasaan saya waktu kecil dulu, menunggu aba (ayah) saya pulang.

Ayah saya seorang PNS Depag, masa orde baru. Di awal tahun 80an, ayah saya diangkat menjadi PNS. Seperti kita tahu bersama, PNS jaman dulu dan PNS jaman sekarang, tidaklah sama.

Pengangkatan PNS pada masa itu nggak langsung dinas enak di kantor dekat rumah dan keluarga. Namun ditugaskan dulu di tempat yang jauuuh. Waktu itu aba di tugaskan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Saya masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, sederajat SD.

Ayah saya kalau pulang ke Lamongan Jawa Timur, 1-2 bulan sekali. Rasanya kangen. Meski saya pada saat itu nggak tahu bahwa itu perasaan kangen. Yang saya tahu dan saya rasakan, saya suka membaca surat dari aba, yang dikirim untuk saya, tertulis nama saya. Seneng banget. Kadang saking senengnya sampai nangis saya membacanya. Apalagi kalau ada kabar tanggal sekian bulan depan, aba pulang. Itu kalender di rumah saya lingkari di tanggal itu. Semakin dekat dengan tanggal itu, saya suka melihat kalender, saya suka membaca lagi surat-surat dari aba (almarhum). Saya juga baca lagi majalah MPA (majalahnya PNS Depag waktu itu) yang selalu dibawa aba kalau pulang. Suka melihat foto aba.

Kangen menunggu kedatangan aba saya pulang kampung pada saat saya masih kecil itu, rasanya ada kemiripan dengan menunggu datangnya ramadhan. Meskipun tak sama. Tapi rasa-rasanya ada kemiripan pola dalam perasaan ini.

Ramadhan itu istimewa. Mungkin karena itu, kerinduan di hati ini pun kerasa istimewa juga. Tak sama dengan kerinduan-kerinduan di hati saya terhadap hal lain. Satu-satunya kerinduan itu mirip dengan kerinduan di hati saya kecil dulu, menunggu aba pulang kampung. Meski berbeda, namun yang menyerupai pola-kerinduannya ya hanya itu.

Saya punya kerinduan pada keluarga, kangen anak-istri kalau nggak ketemu dalam waktu lama, kangen sahabat-sahabat, namun semua itu kerinduan yang berbeda.

Beberapa posting saya sebelumnya, yang saya tulis di saat-saat mendekati bulan soal ramadhan 1439 H ini:

  1. Ramadhan Saat Tepat Memulai Bisnis
  2. Ramadhan Momen Terbaik Sukses Bisnis Kuliner
Sengaja saya tidak mengupas tentang agama (aqidah, syariah, muamalah, atau soal berbuka puasa). Sebab saya yang dhoif ini merasa kurang punya pisau-ilmu yang cukup untuk mengupasnya. Biarlah itu menjadi tugas Ustadz Abdul Somad dan ulama lainnya.

Mari saudara-saudara muslim, kita sama-sama bersiap menyambut Bulan Ramadhan 1439 H ini dengan lebih baik. Lebih baik dari persiapan kita tahun sebelumnya.

Sekian dulu curhat saya. Salam sukses untuk anda semua, sejahtera bersama keluarga.

Thursday, April 26, 2018

Ramadhan, Saat Tepat Memulai Bisnis Online



Ramadhan adalah bulan suci. Kenapa Alloh SWT menyucikan bulan Ramadhan? Apa saja keutamaan bulan Ramadhan? Secara historis, apa saja moment istimewa yang terjadi di bulan Ramadhan? Seberapa hebat Alloh SWT memberikan pahala ibadah dalam bulan Ramadhan, sehingga dilipatkan sekian derajat, dilipatkan lagi sekian derajat dan masih dilipatkan lagi...lagi...dan lagi sekehendak Alloh.

Dan semua tentang keutamaan bulan Ramadhan secara aqidah dan syariah, bisa anda dapatkan di majlis-majlis taklim, anda bisa tahu di ceramah-ceramah di tiap masjid, anda bisa gali ilmunya di forum-forum kalian islam yang tersebar di sekitar anda. Atau anda bisa mengikuti channel youtube resmi dari ustadz-ustadz yang anda suka. Dan masih banyak jalan ilmu lainnya.

Di sini, di blog saya ini, saya coba melihat Ramadhan dari sudut pandang yang berbeda dengan pada umumnya. Sekedar memberi sumbangsih di dunia wacana internet. Bahwa Ramadhan itu sempurna. Sempurna bagi Alloh, sempurna bagi Rosululloh, sempurna secara spiritual religius, sempurna untuk ummat islam dan alam semesta. Meski sumbangsih saya ini pastilah teramat kecil di hadapan ilmu pengetahuan.

Kali ini, identik dengan posting saya sebelumnya yakni Ramadhan, Momen Terbaik Sukses Bisnis Kulinet (klik untuk membacanya). Sekarang saya share pikiran saya, bahwa Ramadhan, Saat Tepat Memulai Bisnis Online.

Berikut poin-poin pikiran saya, sehingga saya berani bilang pada anda bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memulai bisnis online:

  1. Kebutuhan masyarakat akan kemudahan transaksi dan akses terhadap produk berkualitas hampir selalu naik, dari tahun ke tahun, di bulan puasa ini.

    Orang lebih banyak beli pakaian di bulan Ramadhan, ketimbang bulan biasa.
    Orang lebih banyak beli makanan di bulan Ramadhan, ketimbang bulan biasa.
    Orang lebih banyak beli produk perawatan kecantikan dan kesehatan, ketimbang bulan biasa.
    Orang lebih banyak beli perhiasan, parfum & accessories lainnya di bulan Ramadhan, ketimbang di bulan biasa.

    Orang JUGA lebih banyak transaksi dan menginginkan kemudahan transaksi, di bulan Ramadhan. Siang hari panas, lapar, haus... Mau transfer, mau beli pulsa, mau bayar PLN, males kalau harus keluar rumah/kantor menuju ke loket-loket pembayaran. Maunya transaksi mudah, cepat, dan nggak bikin capek.

    Sekarang pertanyaannya: bisnis online yang manakah anda, apakah produk bisnis online anda cukup dibutuhan dan diinginkan oleh market??? Di sinilah potensi bisnis online anda meningkat drastis.
  2. Persiapan lebaran berdampak bertambahnya aktifitas tiap orang, sehingga layanan bisnis online sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses terhadap produk berkualitas atau kemudahan transaksi.

    Di tengah kesibukan karena adanya tambahan aktifitas, waktu kita juga semakin kerasa sempit. Orang perlu sabun muka kecantikan, orang butuh minuman kesehatan, orang butuh transaksi, orang butuh isi pulsa PENGENNYA bisa dilakukan dengan cepat. Tinggal buka HP buat telp, sms, chat, maupun video call, berharap kebutuhannya datang ke rumah.

    Saat inilah kesempatan paling tepat untuk memulai bisnis online dengan lebih mudah.
  3. Karena kebutuhan kita akan kemudahan transaksi, akses terhadap produk berkualitas dan persiapan lebaran tersebut, maka naik pula tingkat kebutuhan manusia terhadap "uang". Orang di bulan biasa mempunyai kebutuhan sekian juta per bulan. Namun karena adanya poin 1 & 2 tersebut, orang banyak yang butuh penghasilan tambahan. Tingkat kebutuhannya meningkat dibanding bulan-bulan selain Ramadhan.

    Dengan orang mengalami poin 1 & 2 di atas, cost atas semua itu akan ikut naik. Sedangkan gaji tetap. Nah maka pada saat itulah orang butuh penghasilan sampingan, bisnis tambahan atau side income.

    Butuh tambahan penghasilan, sedang orang sudah padat aktifitas dan lelah pikiran. Maka bisnis online adalah pilihan yang bijaksana. Bisa dijalankan secara online di HP atau leptop, bisa dilakukan di rumah sambil istirahat, bisa dilakukan di sela-sela pekerjaan, dan bisa dijalankan sebelum berangkat kerja, istirahat kerja dan sepulang kerja.
  4. Dan latar belakang fakta lainnya menurut anda, sebab saya yakin pengalaman dan pengamatan anda jauh lebih baik dari saya yang hanya bisa membuka realitas 3 poin di atas.

Pertanyaannya: bisnis online apa yang paling tepat? Tentu anda yang sudah menjalankan bisnis online, maka saya bilang: bisnis andalah yang paling tepat anda GAS POLL sebelum Ramadhan tiba dan di saat ummat muslim menjalankan ibadah puasa, hingga momen lebaran saat berkumpulnya sanak keluarga dan teman-teman, adalah saat yang bukan hanya tepat namun saat yang sedap untuk menjalankan bisnis online anda.

Tapi saya belum menjalankan bisnis online? Bagaimana saya bisa ambil bagian?

Anda tak perlu bingung. Karena di menu PELUANG USAHA di atas, sengaja saya buat khusus untuk berbagi peluang bisnis online pada anda. Bisnis yang mudah, murah dan potensi penghasilannya melimpah. Anda bisa KLIK DI SINI untuk mengunjunginya.

Semoga bermanfaat. Saya cukupkan sharing saya malam ini.
Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.



Tuesday, April 24, 2018

Ramadhan, Momen Terbaik Sukses Bisnis Kuliner


Selamat datang bulan Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan. Dan ucapan lain yang identik, kerap kita dapati di manapun dalam bentuk apapun, saat menjelang bulan suci yang satu ini. Demikian pula dengan bulan Ramadhan tahun 2018 ini.

Padahal masih terhitung sebulan lagi memasuki bulan Ramadhan. Namun saya sudah lihat ada beberapa toko/swalayan yang memasang spanduk, tata disain rak disesuaikan. Produk-produk khas bulan puasa pun sudah tersedia stock dalam jumlah tidak sedikit. Sudah tersedianya kurma, busana muslim (sajadah, gamis, sarung, hijab, busana muslim anak, pernak-pernik lain) dan banyak produk khas bulan Ramadhan, di swalayan yang sebelumnya tidak menjual itu.

Membuat saya teringat, ketika saya masih terlibat pembangunan sebuah pabrik kecil di Parigi-Pangandaran sekitar tahun 2012an. Hampir tiap hari perjalanan Tasik-Banjar-Pangandaran, sesekali Bandung. Sebab beberapa pihak terkait dengan pembangunan namun berada di kota terpisah.

Selama di perjalanan, saya dan beberapa rekan kerap terjadi obrolan ringan sekedar mengalihkan kepenatan selama di mobil kerja. Salah satu yang saya ingat, saat-saat menjelang bulan puasa, kami bicara ringan dengan topik yang tak disengaja: Ramadhan adalah momen tepat untuk memulai bisnis kuliner.

Memang benar. Siapapun yang ingin punya usaha, "momen tepat untuk memulai" akan membantu percepatan kesuksesan. Sedang momen instimewa itu adanya di waktu menjelang Ramadhan dan sampai Ramadhan usai.

Memang kenyataannya demikian. Tak sengaja saya bertemu banyak orang, banyak cara pandang, dan berasal dari berbagai usia, level pendidikan, dan keahlian yang berbeda, dari tahun ke tahun. Kemudian sekarang, entah... ingatan itu muncul satu per satu sehingga menjadi suatu formula yang hampir identik dengan "pengamatan", saya tidak menyebutnya "riset" lho.

Beberapa orang yang buta ilmu bisnis dan pemasaran, tapi ahli dalam hal ilmu agama, ia akan bilang: itulah barokah bulan suci Ramadhan.

Beberapa yang ahli ilmu bisnis, branding, marketing... tapi buta ilmu agama, ia akan bilang: Ramadhan adalah di saat ummat islam menghargai nikmatnya berbuka puasa dan melonggarkan anggaran untuk belanja makanan. Ramadhan adalah disaat ummat islam enggan berbuat pelit pada sesamanya, bahkan cenderung lebih dermawan, untuk tidak menyebutnya lebih royal dan konsumtif.

Kedua pendapat tersebut benar.

Sebab di saat Ramadhan inilah, pola konsumtif-eksperimentatif muncul di hampir semua ummat islam Indonesia, untuk menikmati dan mensyukuri betul namanya berpuasa. Orang membeli makanan dan busana, cenderung dengan gembira mencoba brand-brand baru, mencoba makanan baru, mencoba minuman baru, mencoba beli di warung baru, rumah makan atau restoran baru, dan kedai-kedai makanan lainnya yang baru.

Kecendrungan ini, tanpa disadari kepala-kepala mereka merekam merk-merk baru, kios makanan baru, tempat berbuka yang nyaman, dan merekam inovasi-inovasi yang dilakukan oleh brand-brand lama, yang mereka kunjungi di bulan Ramadhan. Apalagi berkunjungnya bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Alih-alih mereka mengingat momen terindah, tanpa sadar akan mengingat usaha kuliner anda. Alih-alih mereka mengenang momen terindah, tanpa sadar roda mereka berputar dan parkir mendekat dengan usaha kuliner anda.

Rekaman dalam otak mereka akan tempat makan, merek makanan & minuman, resto-resto dan lesehan-lesehan ini akan tersimpan. Dan pengalaman yang dicoba secara eksperimentatif di bulan Ramadhan ini akan terbawa selamanya. Sehingga membuat orang merasa nyaman kembali belanja makanan & minuman di tempat baru tersebut.

Hal inilah yang membuat pengusaha kuliner (baik yang lama maupun pengusaha baru) mendulang untung berlipat dan mendapatkan pelanggan-pelanggan baru yang loyal & royal.

Nah. Apakah Anda Mau Mulai Bisnis?

Ada baiknya anda mempertimbangkan baik-baik momen bulan Ramadhan ini. Kapan waktu yang tepat?

Waktu yang paling tepat untuk memulai adalah 2-1 minggu sebelum memasuki bulan puasa. Kasih waktu masyarakat sekitar anda, segmen pasar anda untuk melihat dulu merk anda. Biarkan mereka mengenal dulu bahwa ada "merk-anda". Biarkan mereka tahu dulu di mana lokasi anda. Biarkan mereka tahu dulu berapa nomer yang bisa dihubungi untuk pemesanan / booking.

Waktu 2 - 1 minggu sebelum tanggal 1 Ramadhan sudah sangat cukup bila anda membidik pembeli di sekitaran anda. Beri mereka pemahaman bahwa 1 Ramadhan usaha anda siap memanjakan lidah mereka. Pastikan lebih dari 80% masyarakat target anda mengetahui itu. Anda bisa iklan di media cetak, radio, facebook, blog, panflet atau apapun.

Setelah mereka tahu merk anda, lokasi anda, apa kelebihan yang anda jual, dan segala hal menarik tentang usaha kuliner anda, dalam alam pikiran mereka tertanam:

  • nanti coba beli ah, buat berbuka puasa..
  • kayaknya buat sahur enak ya itu...
  • tempatnya enak kayaknya buat buka bersama...
  • dan lain sebagainya...
Intinya dalam pikiran mereka tertanam "dendam", bahwa mereka akan mencoba layanan kuliner anda.

Berbeda jika usaha kuliner anda sudah buka lama, sepi lagi... begitu Ramadhan segera datang, mereka akan biasa saja.

Nah, untuk anda pengusaha kuliner yang sudah lama. Anda bisa melakukan inovasi-inovasi usaha anda tepat menjelang datangnya bulan Ramadhan ini. Lakukan inovasi tempat, menu, layanan, merk... dan lain sebagainya. Dimana tujuannya menyita perhatian target market anda, sehingga mereka akan "dendam" untuk mencoba menu baru anda, tempat yang nyaman, dll untuk berbuka puasa, untuk buka bersama atau apapun aktivitas di bulan Ramadhan.


Sekian share dari saya. Selamat mencoba. Selamat berwirausaha. Salam sukses untuk anda. Sejahtera bersama keluarga.



Saturday, April 21, 2018

Kunci Sukses: Tetaplah Positif

Lagi-lagi saya terinspirasi untuk berbagi dengan "Kunci Sukses". Dan kali ini saya mengajak diri saya sendiri dan anda pembaca, untuk "Tetap Positif". Meskipun saya yakin, makna sukses antara kita pasti berbeda.

Ada yang menjadikan ilmu sebagai tolok ukur kesuksesan, jadi semakin pandai seseorang makin sukses dia. Ada diantara kita yang menganggap materi sebagai parameter kesuksesan seseorang, jadi makin kaya ia, makin sukses dia. Ada yang menganggap tahta dan wanita sebagai ukuran sukses tidaknya seseorang. Dan masih banyak tolok ukur lainnya.

Saya sempat menukil makna sukses untuk saya pribadi di posting saya sebelumnya, KLIK DI SINI. Sekaligus dengan sepenuh kesadaran bahwa saya tidak bisa memaksakan definisi sukses tertentu pada anda.

Kunci Sukses: Mengenal Tipologi Mitra Usaha (klik di sini)
Kunci Sukses: Ubahlah Diri Anda (klik di sini)

Kunci Sukses yang akan saya catat kali ini: Tetaplah positif.

Hati-Hati, Energi Positif Lebih Cepat Menular

Positif & negatif adalah dua sisi yang ada dalam diri kita semua. Asal anda manusia, anda punya sisi positif dan sisi negatif. Itu pasti. Hanya malaikat yang punya sisi positif saja. Dan hanya setan yang punya sisi negatif saja.

Positif & negatif adalah satu paket dalam diri kita. Karena itulah tiada manusia yang sempurna. Pasti ada kekurangan, pasti ada kesalahan.

Itu realita. Namun bukan soal bahwa positif & negatif itu satu paket dalam diri kita yang perlu kita waspadai. Tapi energi negatif dari sekitar kita, jauh lebih cepat menulari kita, dibanding energi positif. Begitu energi negatif ini menjangkiti diri kita dan mendominasi penentuan sikap pada diri kita, maka bukan hanya kita akan menjadi negatif, namun juga sedikit-demi-sedikit yang positif akan tersingkir dari diri kita.

Saya membahas positif & negatif ini bukan soal aura metafisik ya... namun lebih pada hati dan pikiran.

Hati yang POSITIF, ia lebih cenderung: husnudzon, jujur, percaya, optimis, semangat, tekun, berani, amanah, dan lain sebagainya.
Sedang yang NEGATIF cenderung: suudzon, pembohong, curiga, pesimis, lemas, pemalas, penakut, pengkhianat, iri, dengki, dan lain sebagainya.

Menularnya hal negatif itu, terasa dalam diri Anda seorang pebisnis MLM. Setelah bertemu upline anda, sangat mungkin anda semangat dan optimis, yakin bahwa "9 dari 10 pintu rejeki adalah berdagang". Dan MLM adalah perdagangan menggunakan pola pemasaran berjenjang. Halal. Optimis bahwa masa depan lebih baik milik anda bisa diperjuangkan.

Habis ketemu upline, anda pulang. Bertemu tetangga anda yang pengangguran dan pemalas. Anda disapa: dari mana, kok sampai malam begini...

Anda menjawab apa adanya, sebab anda tahu bahwa tetangga anda tetaplah manusia yang bisa anda ajak berbisnis MLM sebagai team anda.

Namun pengaruh positif yang anda pancarkan kalah dengan pengaruh negatif tetangga anda yang satu ini. Dia bilang ke anda: oooh itu penipuan bisnis itu, ijin BPOM, Halal MUI, SIUPL, APLI dan lainnya itu mah rekayasa mereka aja. Mending nganggur lah. Saya dulu sudah ikutan yang kayak gitu-gitu... tapi gagal.. daftar saja sudah jutaan. Disuruh cari orang. Gak dapat orang. Susah bisnis MLM itu. Gak resmi. Di Indonesia dari dulu juga dilarang. Agama juga melarang. Itu haram sebenarnya. Dan lain seterusnya...

Habis ngobrol sebentar. Anda masuk rumah. Berbaring di tempat tidur. Mata anda menatap langit-langit kamar. Suara sisi negatif pikiran anda bicara: bener juga dia... usianya sudah tua, pasti pengalaman dulu-dulunya banyak... ah saya tertipu si upline...

Dialog itu permisalan saya saja. Untuk menggambarkan kebanyakan pengalaman sekitar kita. Bahwa sisi negatif itu lebih cepat menular. Hati-hatilah.

Cara Menjaga Agar Tetap Positif

Semangat dan hal positif lainnya dalam diri kita itu seperti tanaman yang harus mendapat siraman air, mineral nutrisi tanah dan cahaya matahari yang cukup.

Menjaga agar semua sisi positif anda dan atau meningkatkan lebih positif dan lebih kuat. Anda bisa mengantisipasinya dengan beberapa hal, diantaranya:

Baca Buku Positif

Cobalah anda ke toko buku atau perputakaan terdekat. Beli atau baca saja buku-buku motivasi, kepribadian, biografi orang sukses dan segala buku positif lainnya. Hindari membaca koran atau nonton TV yang isinya dominan berita kriminal dan perselingkuhan.

Buku positif akan membuka pikiran anda untuk terbuka terhadap kebaikan. Membuat pikiran anda dengan sangat mudah mendeteksi dan mengidentifikasi pikiran negatif menguasai hati anda.

Lakukan Afirmasi Positif Setiap Hari

Afirmasi itu sebenarnya ungkapan positif yang anda lakukan pada diri anda sendiri. Bisa berwujud kalimat positif untuk diri anda sendiri. Afirmasi positif mampu merangsang otak untuk mereformulasi pengetahuan, pengalaman dan memori anda, untuk mencari cara mendukung hal positif tersebut. Hal ini bisa mempengaruhi alam bawah sadar anda untuk menumbuhkan persepsi positif terhadap diri anda sendiri.

Afirmasi positif yang dilakukan setiap hari, akan mensugesti dan menggerakkan anda lebih positif, untuk diri anda sendiri.


Bijak Berinternet Untuk Berburu Konten Positif

Manfaatkan internet sebagai sumber hal-hal positif. Manfaatkan itu untuk membangun diri anda. Tepislah anggapan negatif masyarakat sekitar anda yang kebanyakan memanfaatkan internet untuk selingkuh, untuk pornografi, dan lain sebagainya.

Bergaul Dengan Orang Positif

Pergaulan itu penting. Ibaratnya telor elang, jika dierami oleh ayam, ia tetap menetas sebagai elang. Secara fisik ia adalah anak elang. Jika dilanjutkan sampai besar, dan anak elang tidak diperlihatkan adanya burung elang terbang diangkasa, pasti ia tak bisa terbang. Fisiknya saja elang, dalamnya ayam. Nyalinya ayam. Makanannya makanan ayam. Sikap dan perilakunya, ayam. Bukan elang.

Tidak ada ruginya anda disebut sombong oleh orang-orang negatif, jika anda betul-betul meninggalkan mereka. Nggak ada ruginya disebut angkuh oleh mereka. Sebab jika anda tidak menjauh dari orang-orang negatif, anda akan menjadi negatif sama seperti mereka.Bergaul-lah dengan orang positif, dan hindari komunikasi lama dengan orang negatif.

Temukan cara lainnya dengan membaca buku dan konten internet yang positif. Sebab banyak panduan bagaimana hidup menjadi lebih sholeh, lebih baik dan lebih positif.

Sekian share dari saya. Berpikir Positif, Awal Hidup Lebih Positif.
Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.



Kunci Sukses: Ubahlah Diri Anda

Kali ini saya share Kunci Sukses: Ubahlah Diri Anda. Namun saya ingin membukanya dengan cerita kenapa saya ingin berbagi Ubahlah Diri Anda ini. Kata "Anda" bukan hanya saya ingin mengajak anda ngobrol. Namun saya juga menyuruh diri saya sendiri. Berikut ceritanya:

Saya sebagai orang biasa, yang biasa-biasa saja dan penuh kebiasaan yang biasa. Salah satunya kalau waktu luang di rumah. Sedang anak-istri saya sudah tidur, saya buka leptop dan belajar. Salah satu situs yang paling saya suka adalah youtube. Banyak hal positif yang bisa saya dapatkan dengan menonton video. Kadang saya pengen nonton Cak Nun dan Kyai Kanjengnya, ya tinggal klik di kotak pencarian. Atau pengen menyimak ceramah Ust. Abdul Somad terbaru, baik yang di channel TamanSurga.net, UAS TV, Tafaqquh video, Humaira TV maupun di channel2 lainnya yang kerap memuat tausiah UAS terbaru. Saya suka beliau, karena beliau melihat segala hal dengan ilmu. Bukan dengan fanatisme dan segala yang bersifat dangkal-sempit.

Baru saja saya buka youtube, belum ketik kata kunci pencarian, langsung tampil sebuah iklan. Hampir selalu saya tonton dulu iklan, terutama jika iklan itu bagus. Berikut saya muat iklannya di bawah ini. Silahkan klik play untuk menontonnya. Atau anda klik link berikut untuk menontonnya di youtube, https://www.youtube.com/watch?v=JcEFTrjkvt8.


Saya biarkan iklan itu terputar dan saya menontonya. Sebab saya suka iklan kreatif yang berbobot. Bagi saya, kerap iklan di youtube itu inspiratif. Habis nonton iklan bermutu, yang mampu membuat orang tertarik dengan produk barang atau jasa yang ditawarkan, saya selalu terdorong untuk me-replay, saya amati kembali lebih detil.

Kali ini ada satu kalimat di akhir iklan itu, yang membuat saya terdorong untuk menulis catatan kecil di blog saya ini. Kalimat itu: Perubahan dimulai dari membuat perbedaan.

Ya. Bener banget. Kata saya. Bahwa perubahan dimulai dari membuat perbedaan. Kok "perbedaan" sih? Mungkin anda bertanya demikian.

Perbedaan di sini saya terima sebagai perbedaan: impian, visi, pola pikir, pemikiran, kesadaran, rencana, ucapan, langkah konkret, metode, evaluasi dan bersyukur.

Anda belum paham maksud saya? Hehe... silahkan anda bikin secangkir kopi dulu... dan buka toples cemilan anda. Taruh disamping anda.

Perbedaan memang harus ada. Demi perubahan hidup lebih baik, harus ada perbedaan antara kita kemarin dan kita hari ini.

Harus ada perbedaan antara impian kita dulu, dan impian kita hari ini.

Harus ada perbedaan pola pikir dan pemikiran antara kita yang dulu dan kita yang sekarang. Kita hari ini harus lebih sadar, ketimbang kita kemarin.

Segala hal yang ada pada diri kita, ucapan kita, sikap kita, metode kita dalam menjawab tantangan hidup, cara kita mengevaluasi kehidupan kita, dan cara kita bersyukur... DI HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN. Harus berbeda. Harus ada perbedaan. Itulah yang dimaksud perbedaan.

Perbedaan kali ini, bukanlah berarti perselisihan dengan orang lain. Bukan pula anda harus berkaos merah, di tengah banyak orang yang berbaju putih saat anda sholat jum'at. Bukan berarti anda harus memakai parfum yang lebih mahal dari rekan kerja anda. Bukan. Namun kita buat perbedaan diri kita ini-hari, dengan diri kita kemarin-hari.

Untuk mencapai kesuksesan, kita harus mengkoleksi LEBIH  banyak prestasi ketimbang kebodohan. Jika sebelumnya anda bisa menjual 1 buah dalam 1 bulan. Maka bulan depan anda menjual 2 buah dalam 1 bulan. Itu perubahan positif yang terlihat dari perbedaan prestasi.

Untuk LEBIH banyak berprestasi, kita harus berani belajar, berani gagal, berani bangkit dari kegagalan, dan berani belajar dari kegagalan berkali-kali bahkan jutaan kali.

Untuk berani belajar kita harus LEBIH memperbaiki kesadaran dan kerendahan hati menerima ilmu/pengalaman positif dari orang lain, buang jauh-jauh kesombongan dan hati yang merasa lebih pandai. Kosongkan gelas kita setiap bertemu orang, agar ilmu dan pengalaman orang lain bisa keterima di gelas hati kita.

Untuk berani bangkit dari kegagalan, kita harus punya impian yang LEBIH kuat, visi yang tergenggam LEBIH erat dan motivasi LEBIH positif yang terus membara.

Hari ini LEBIH dari hari kemarin.

Semuanya diawali dari perbedaan impian. Perbedaan lebih baik, antara impian anda yang dulu dengan impian anda kemarin.

Dari situlah saya ingin mencatat ini untuk diri saya sendiri, syukur2 bermanfaat untuk anda yang menginginkan hidup lebih baik. Lebih sukses. Lebih bisa berbagi pada sesama. Lebih bisa sholeh/hah. Lebih bisa bersyukur. Berikut cacatan saya:

Perbaiki Impian

Impian saya dulu pengen punya rumah atas nama saya sendiri di perumahan. Dulu kerasa wah, saat saya masih ngontrak di Perumahan IKIP Malang Tegalgondo Malang kurang lebih di tahun 2003-2006an. Namun setelah impian itu tercapai sekarang. Kok biasa-biasa saja ya. Kayak nggak ada bagus-bagusnya. Kok kerasa kayak nggak ada istimewanya.

Saya merasa salah menentukan impian saya. Nah, saat ini saya mencoba memperbaiki impian, yang lebih pada tujuan hakiki manusia hidup di dunia ini.

Materi atau uang, memang harus kita dapatkan dalam jumlah lebih banyak lagi. Tapi bukan itu impiannya. Bukan uang tujuannya. Bukan benda / materi yang menjadi dream. Melainkan pemanfaatan uang atau materi atau pencapaian-pencapaian duniawi lainnya, untuk tujuan hidup yang lebih mulya, tujuan yang lebih hakiki, tujuan yang lebih pada ukhrowi.

Perbaiki Motivasi

Kita harus memperbaiki motivasi jadi lebih positif lagi, motivasi yang lebih dalam, yang lebih baik lagi dibanding motivasi kita sebelumnya.

Perbaiki Perencanaan

Saya sampai sekarang membenarkan: gagal merencanakan sama dengan merencanakan gagal. Perencanaan itu penting. Kita harus bisa belajar lebih baik dalam hal merencanakan.

Perbaiki Aksi & Tindakan Nyata

Mungkin kita sering berdoa pada Alloh: Ya Alloh, karuniakan pada kami rejeki yang melimpah. Namun aksi atau tindakan nyata kita dalam berusaha dan bekerja, hari ini sama dengan kemarin. Kemarin sama dengan dulu. Dulu sama dengan dulunya lagi... Mana mungkin ada hasil yang melimpah.

Kita bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Gaji kita tidak cukup. Tapi kita nggak mau nambah usaha sampingan. Nggak mau bekerja lebih baik. Nggak mau berpikir cerdas dalam mendapatkan hasil yang lebih banyak. Kan lucu dengernya.

Mari kita... saya dan anda yang berani mengubah diri menjadi lebih baik. Mari perbaiki aksi dan tindakan nyata,

Perbaiki Evaluasi

Bukan hanya aksi. Namun evaluasi berkala untuk diri kita sendiri juga harus diperbaiki. Karena aksi kita kemarin dan aksi kita hari ini, tak bisa terlihat perbedaannya tanpa adanya evaluasi.

Dengan evaluasi, kita bisa menakar seberapa hebat kita merencanakan dan melakukannya. Seberapa nilai kebaikan yang telah kita lakukan untuk menggapai impian.

Perbaiki Cara Bersyukur Menerima Hasil

Bersyukur itu kunci kebahagiaan. Saya masih yakin, tidak ada di dunia ini seorang yang bahagia tanpa dia bersyukur. Orang bahagia, pastilah orang yang bersyukur.

Maaf. Arti bahagia menurut saya tidak sama dengan senang. Orang bisa makan enak, itu senang.  Orang melihat anaknya bisa makan, itu bahagia. Orang mencapai prestasi di dunia kerja, itu senang. Orang melihat anaknya sholeh dan berprestasi di dunianya, itu bahagia.

Orang dapat komisi dari perusahaannya atas prestasi kerjanya, sebesar 10 kali gaji itu senang. Tapi menerima komisinya dengan rasa berterima kasih pada Alloh atas semua pencapaiannya, berbagi kesenangan pada istri dan anak, berbagi harta dengan yang lemah (dhuafa), itu bahagia.

Simple aja bedanya.

Nah, cara bersyukur setiap menerima hasil, inilah yang harus berbeda, ya... berbeda antara cara syukur kita kemarin dan cara syukur kita hari ini. Perbedaan untuk perubahan lebih baik.

Sekian share dari saya. Untuk mendapat hasil LUAR BIASA kita harus berani mengubah diri kita dari BIASA menjadi pribadi yang LUAR BIASA.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.




Wednesday, April 18, 2018

Kunci Sukses: Mengenal Tipologi Mitra Usaha

Semua dari kita menginginkan SUKSES terjadi dalam diri kita dan hidup kita. Terlepas dari berbagai macam perbedaan makna sukses itu sendiri. Pastinya anda ingin SUKSES. Apapun makna sukses bagi anda. Apapun metode dan cara anda menggapainya, pasti ingin sukses.

Anda lulus sekolah atau lepas wisuda, anda membeli koran dan browsing LOWONGAN KERJA, dengan sebuah harapan yakni ingin SUKSES.

Anda sudah bekerja, ternyata anda mendapati sebagai karyawan itu waktu habis tapi penghasilan pas-pasan, kemudian anda sengaja baca koran dan browsing di internet mencari PELUANG USAHA SAMPINGAN, dengan sepenuh keinginan yang sama, yakni ingin SUKSES.

Mereka ada yang sudah bekerja, mencoba mencari penghasilan tambahan tapi gagal, rela menjilat atasan, rela menyingkirkan rekan sejawat, rela menginjak bawahan... semua itu dilakukan karena mereka ingin naik jabatan yang ujung2nya adalah naik penghasilan. Itu semua untuk mengejar keinginan untuk SUKSES.

Dan masih banyak lagi...

Kita yang sekarang menekuni bisnis online pun, kita mengalokasikan waktu setiap hari untuk online, demi mewujudkan SUKSES terjadi pada diri kita.

Namun kenyataannya masalah kerap datang bertubi-tubi mewarnai perjalanan bisnis online kita. Masalah akan selalu ada. Tinggal bagaimana kita memahami dan menyelesaikan masalah. Tak mungkin kita bisa menyelesaikan masalah, tanpa kita memahami masalah.

Pemahaman itu perlu. Bukan hanya memahami potensi bisnis, tapi juga memahami masalah bisnis. Bukan hanya memahami untung atau profit, namun juga harus memahami resiko.

Salah satu masalahh yang kerap ada ialah persoalan kemitraan atau partnership.

Secara teoritis, business partnership atau kemitraan bisnis adalah hubungan secara hukum yang dilakukan dengan sepenuh kesadaran antara dua orang atau lebih dalam rangka menjalankan sebuah kegiatan usaha sebagai pemilik.

Secara teoritis pula, kemitraan bisnis berdasar wilayah dan kewenangan terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain: kemitraan umum, kemitraan ekuitas, kemitraan terbatas, dan kemitraan pertanggungan terbatas.

Namun kali ini saya tidak membahas kemitraan dalam koridor teoritis. Sebab saya ingin membahas kemitraan dalam frame bisnis online. Sebuah jejaring bisnis yang dilakukan secara online.

Dalam bisnis online, seperti bisnis-bisnis online yang saya tekuni, anda bisa klik menu PELUANG USAHA di atas. Tentu tidak bisa diberlakukan secara mentah definisi teori kemitraan tersebut. Banyak hal khusus yang khas dalam hubungan bisnis online.

Anda tak kenal saya secara offline. Bisa jadi kita tak pernah bertatap muka. Kita terhubung di belahan geografis yang berbeda. Karakter, budaya, intelektualitas, keyakinan, pemahaman etika, dan atmosphere psikologis yang berbeda. Itu membuat pola hubungan kemitraan dalam bisnis online pun menjadi khas. Tak sama dengan kemitraan bisnis dagang sembako di kampung, atau kemitraan joinan buka usaha konter pulsa di pinggir jalan.

Lantas bagaimana kita bisa mengenal mitra bisnis kita, kalau tidak bertemu dan tidak saling mengenal sebelumnya? Salah satu caranya ialah komunikasi intensif.

Dengan komunikasi intensif, kita bisa memahami tipologi mitra bisnis kita. Setelah kita memahami dan mengenal, tentu dengan harapan kita bisa bersikap, berkata dan bersama menjalankan bisnis dengan bijak, etik dan tepat. Ya, kata-kata dan sikap tepat sesuai kapasitas tiap-tiap mitra bisnis online mampu mempercepat keberhasilan bisnis online kita.

Sebaliknya, komunikasi yang tidak intensif, kata-kata yang tidak tepat, sikap yang kurang bisa membuat nyaman mitra bisnis... ini bisa membahayakan bisnis. Sikap salah bisa jadi tidak mempercepat keberhasilan, malah yang ada menghancurkan di tengah jalan. Sukses enggak, hancur yang ada.

Ada beberapa hal berikut, yang menurut saya adalah penting diperhatikan untuk mengenal tipologi mitra usaha kita:

Visi, Misi & Tujuan

Setelah kita mengajak rekan baru, tentu yang pertama yang harus kita lakukan adalah mengkomunikasikan visi, misi dan tujuan kita dalam berbisnis. Hal ini penting agar calon mitra atau mitra baru kita bisa mengadobsi visi, misi dan tujuan kita untuk dirinya. 

Sehingga kesamaan visi, misi dan tujuan ini diharapkan bisa terjadi.

Semua orang yang tertarik menjadi mitra bisnis online kita, bisa dipastikan mempunyai tujuan MENDAPAT PENGHASILAN. 

Uang adalah tujuan orang pada umumnya bergabung di bisnis online. Entah selanjutnya penghasilan dari bisnis online ini diperuntukkan buat apa, itu akan menjadi berbeda di setiap kepala mitra-mitra kita.

Ada yang ingin membiayai pendidikan putra-putri, ada yang ingin berangkat haji / umroh tiap tahun bersama keluarga, ada yang ingin membeli mobil mewah, ada yang dengan uang dari bisnis online dia ingin berfoya-foya... dan banyak lagi cara mitra kita punya impian setelah penghasilan didapat.

Kita harus memahami ini agar bisnis online kita terbangun baik, dan agar kita bisa menghindarkan diri dari kehancuran bisnis online kita.

Kita harus membangun visi, misi dan tujuan bersama tim dengan komunikasi intensif dan etis.

Motivasi

Sebagai pebisnis online, tentu kita sudah saling memahami penting adanya motivasi. Diri kita harus punya motivasi positif. Mitra kita juga harus punya motivasi yang sama. Motivasi kita besar, motivasi mitra juga idealnya harus sama besar. Namun bila ternyata kita dan mitra tidak punya motivasi yang sama, tidak punya semangat positif dalam takaran yang sama, tentu ini adalah hal penting yang harus disamakan terlebih dahulu.

Bagi pebisnis online yang bermitra dengan orang-orang yang berada di belahan dunia yang berbeda, dan tidak pernah mengenal sebelumnya, tentu harus ada komunikasi intensif untuk saling bisa memahami kadar motivasi mitra, harus ada komunikasi intensif untuk saling menjaga semangat dan motivasi positif.

Karena motivasi ini penting, maka kita harus saling membesarkan motivasi sesama mitra bisnis online.

Sebaiknya berhati-hati juga dalam memotivasi. Sebab salah memotivasi, malah bisa terjadi demotivasi (melemahnya atau hilangnya motivasi yang sebelumnya sudah ada).

Lakukan dengan komunikasi intensif yang etis.

Pengetahuan

Menjadi upline, tentu bukan serta-merta menjadi paling tahu atas segalanya. Menjadi downline, bukan berarti tidak tahu apa-apa dan paling bodoh.

Hari gini ya... Internet sudah ada di kamar dan di saku semua orang. Pengetahuan dan berita dengan cepat bisa diakses hampir semua pengguna internet. Bukan hal mustahil bila calon mitra bisnis kita lebih tahu tentang seluk-beluk company profil bisnis online kita daripada kita sendiri yang sudah menjadi member duluan.

Bisa jadi calon member kita juga sudah tahu product knowledge sebelum menjadi mitra kita, hanya dengan membaca di website resmi perusahaan. Tinggal kita menambahi beberapa pengetahuan atau bukti testimoni product yang belum diketahuinya.

Berdasar pengetahuannya, manusia itu dibagi menjadi 4 macam:

1. Orang tahu, dan ia tahu bahwa dirinya tahu.
2. Orang tahu, tetapi ia tidak tahu bahwa dirinya tahu.
3. Orang tidak tahu, tetapi ia tahu bahwa dirinya tidak tahu.
4. Orang tidak tahu, dan ia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

Nah, bila mitra kita ada orang jenis pertama, tentu tidak bijak bila kita bicara memberi tahu dengan gaya seperti guru TK pada siswa/siswinya.

Demikian juga bila mitra kita adalah type yang ketiga, tentu tidak bijak bila kita membiarkan saja ia tidak tahu soal bisnis dan product knowledge, dan kita menganggapnya dia sudah tahu.

Budaya

Budaya yang melingkupi mitra bisnis kita yang ada di Aceh, Jakarta dan Papua pastilah tidak sama. Tentu ini juga harus menjadi hal yang harus kita tahu. Kita harus saling mengenal akan hal ini dengan komunikasi intensif dan etis.

Budaya kerja pun berbeda antara fresh graduate yang belum pernah bekerja sebagai karyawan dan yang sudah 15 tahun bekerja di perusahaan asing dengan standar dan pola disiplin ketat.

Hal ini pun penting untuk diperhatikan agar kita lebih bisa mengenal mitra bisnis kita, agar keberhasilan itu bisa dengan cepat diupayakan terwujudnya.

... And More

Dan masih banyak lagi hal-hal yang menjadi catatan buat kita saling mengenal dengan mitra bisnis kita. Memang bukanlah hal mudah jika mitra bisnis kita banyak, dari berbagai belahan geografis yang berbeda, dari berbagai level ekonomi, dari berbagai macam pendidikan, usia, dan segala hal yang membedakan kita semua.

Namun bila kita tekun melakukannya. yakin yang sulit pun akan menjadi mudah.

Saya mengamati banyak pebisnis online yang tak sadar tentang konsep atau teori, namun herannya mereka bisa melakukan lebih baik dari teori buku. Itulah hebatnya melakukan sambil mempelajari. Belajar sambil melakukan. Melakukan aktifitas bisnis online, bermitra, dan belajar dari setiap penggalan peristiwa yang terjadi antara mereka dan para mitra bisnisnya.

Nah, semoga coretan sederhana saya kali ini bisa bermanfaat untuk anda. Dan tentu yang utama adalah untuk mengajarkan pada diri saya sendiri bahwa salah satu kunci sukses adalah: mengenal tipologi mitra usaha, untuk hubungan bisnis yang lebih baik dan lebih produktif dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Salam sukses untuk anda, sejahtera bersama keluarga.