Tuesday, September 4, 2018

Bisnis Online Saja Tidak Cukup, Kenapa?


Alhamdulillah, saya punya keinginan menjenguk dan update blog saya ini kembali, setelah 23 hari di Yogyakarta. Tentang Yogyakarta yang benar-benar istimewa ini, insyaAlloh saya posting di kali lain. Kali ini saya ingin bilang: Bisnis Online Saja Tidak Cukup, Kenapa?

Mungkin anda yang sudah merasakan pendapatan di dunia maya ini akan menantang judul saya tersebut dengan melontarkan pertanyaan retoris pada saya sebagai berikut:
  • Bukankah banyak sekali pebisnis di internet yang mencapai kemapanan? 
  • Bukankah internet sudah menjadi ladang bisnis yang berhasil mengantarkan ratusan orang Indonesia mendapat penghasilan melebihi gaji seorang mentri? 
  • Bukankah internet sudah menghasilkan puluhan juta rupiah bagi ribuan orang Indonesia? 
  • Bukankah internet telah memberi income jutaan rupiah bagi jutaan orang Indonesia?
Benar. Anda benar. Memang banyak sudah yang bisa hidup dan menghidupi dengan sangat layak, dengan bisnis di dunia maya ini. Mungkin termasuk anda.

Apapun bisnis online yang anda geluti dan anda mendapat penghasilan yang dua kali lipat bahkan puluhan kali lipat dari standar upah karyawan di sekitar anda. Apakah bisnis MLM online, bisnis online penjualan produk non MLM, bisnis periklanan online, bisnis jasa online, trading forex, atau bisnis online lainnya.

Namun bisnis online saja TIDAK CUKUP.

Anda penasaran letak TIDAK CUKUP-nya itu di mana?

Okay. Sekilas saya ungkap fakta masyarakat kita saat ini:
  • Jumlah masyarakat yang tidak paham internet lebih banyak dibanding yang paham internet,
  • Jumlah masyarakat jenis pengguna internet untuk berbisnis lebih sedikit dibanding jenis pengguna internet sebagai hiburan, facebook-an aja colak-colek janda, atau sekedar chat whatsapp haha-hihi sama orang tak dikenal, dan lain sebagainya.
Dampaknya apa?

Jelas, fakta tersebut berdampak pada anda yang hanya berbisnis di internet saja, atau anda yang hanya mendapat penghasilan dari internet saja.

Beberapa masalah yang saya amati dan yang saya alami sendiri, sebagai berikut:

Dalam satu komunitas maya yang fokus trading forex, sekurang2nya ada 2 orang yang pasti mengalami perlakuan kurang baik di masyarakat. Bahkan ada yang digosipkan piara tuyul, dan penipuan online.

Seorang trader forex. Suami istri nggak kerja, nggak terlihat punya usaha, nggak punya toko, nggak dagang, nggak tani, dan nggak terlihat ada aktifitas keluar rumah yang bersifat bisnis atau kerja. Tapi mobilnya terbaru. Motor istrinya mahal. Terlihat santai dan tidak kekurangan. Sering jalan-jalan. Belanjanya ke mall. Baju anak-anaknya bagus-bagus. Anak-anaknya sekolah di PAUD dan SD yang mahal. 

Nggak salah juga jika masyarakat menggosipkan piara tuyul. Sebab dalam masyarakat awam, hal pengetahuannya dan IQ-nya jelas nggak njangkau juga kalau dibilang: penghasilan utama kami dari bisnis online dan trading forex. Jadi dikasih tahu juga susah dipahamkan.

Seorang lagi pebisnis MLM online, seorang laki-laki 43 tahunan beranak 2, dulu-dulunya dalam sehari-hari dia adalah buruh kasar, istrinya hanya buruh cuci-setrika tetangga, yang bekerja dan dapat upah kalau dipanggil saja. Sekarang sang suami sudah jadi leader MLM online. Dia fokus bisnis MLM online. Kalau dirumah pegang andoid aja. Awalnya pakai HP anaknya, lama-lama dia beli HP Android sendiri. Menjalankan bisnis dari facebook. Bisa facebookan juga diajari anaknya yang sudah kelas 2 SMA. Tapi bisnis onlinenya mengantarkan dia ke panggung sukses dan berhenti kerja kasar. Sudah bisa merenovasi rumah dan membeli mobil second tahun 97. Perubahan itu dimulai dia mendaftar MLM online minuman kesehatan sejak 8 bulan lalu saja. Kurang lebih hanya 8 bulan lalu. Sampai posting ini saya tulis.

Sebelum bisnis MLM online, dia terkenal buruh kasar. Siapapun tak menyangka dia paham internet. Dan memang awalnya dia tidak paham internet. Namun dia positif dengan internet. Sekolah aja cuma sampai SMP.  Bikin akun facebook dibikinkan anaknya. Posting status bisnis MLM online, copy-paste status upline-nya, lama-lama dia bisa bikin sendiri posting status iklan. Dia nggak ikut-ikut kirim produk, jadi tak terlihat ada aktifitas bisnis, karena produk dibeli via transfer dan dikirim dari kantor pusat langsung ke alamat pembeli atau downline-nya.

Tetangga-tetangga sekitarnya pun mulai menebar gosip yang miring-miring. 

Saya yakin, jika anda mencermati di sekeliling anda, saat ini masihlah banyak kalangan masyarakat yang tidak paham internet, negatif terhadap internet, tidak tahu bahwa di internet orang bisa berbisnis dan kaya dari internet.. Namun negatifnya dikedepanin. Saya juga tak menyalahkan masyarakat yang demikian, sebab itu bukan kesalahan, hanya sebuah kebodohan saja.

Sampai di sini, saya yakin anda menerima maksud posting saya: Bisnis Online Saja Tidak Cukup, anda butuh aktifitas nyata yang membuat masyarakat tidak menuding anda piara tuyul. Aktifitas nyata itu mungkin anda harus membuka gerai untuk MLM anda. Sehingga orang tahu bahwa anda bisnis MLM. Atau anda membuka konter HP, rental komputer, kelontongan kecil, atau usaha apapun yang sifatnya ringan dan anda bisa menjalankannya sambil berbisnis online.

Bisnis Online Saja Tidak Cukup, karena anda adalah makhluk sosial, di mana aktifitas anda dilihat orang. Apalagi anda yang tinggal di tengah masyarakat kuno buta internet, maka untuk menghindari gejolak atau kasak-kusus sosial emak-emak kampung(an), sebaiknya anda tunjukkan bisnis anda secara offline.

Sekian share dari saya, salam sukses untuk anda... sejahtera bersama keluarga.
Info Peluang Usaha, Silahkan Klik DI SINI